Habis Kecan, Korban Dibakar

Pelaku Pembunuhan Caddy Golf Ditangkap

1018
BERDUKA: Suasana rumah korban Ferin Diah Anjani di Perum PGRI Blok K RT 4 RW 16, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERDUKA: Suasana rumah korban Ferin Diah Anjani di Perum PGRI Blok K RT 4 RW 16, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sesosok mayat yang dibakar dan ditemukan warga di tepi jalan raya Kunduran-Todanan, Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Ferin Diah Anjani, 21, warga Perum PGRI Blok K RT 4 RW 16, Sendangmulyo, Tembalang, Semarang. Sedangkan pelakunya, teman pria korban bernama Kristian Ari Wibowo, 31, warga Kunduran, Blora.

Pria yang bekerja sebagai front office sebuah hotel di Semarang ini ditangkap petugas gabungan unit Reskrim Polres Blora dan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng di kamar kosnya Perum Dolog Blok G RT 01 RW 01 Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Senin (6/8)  sekitar pukul 22.30. Setelah penangkapan, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Blora guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Jateng AKBP Yulian Perdana saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan tersebut. Namun demikian, pihaknya enggan membeberkan secara detail terkait penangkapan pelaku tersebut. “Iya, kita hanya membantu. Kalau lebih jelasnya langsung melalui Kapolres Blora,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (7/8).

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, sebelum mengeksekusi dengan cara dibakar, pelaku diduga sempat menyetubuhi korban di sebuah hotel di Kota Semarang. Selain itu, korban sempat diberikan obat supaya tidak sadarkan diri. Selanjutnya korban dibungkus kain selimut hotel dan dibawa ke Blora mengendarai mobil yang disopiri pelaku. Sampai di tempat yang sepi, korban dibuang lalu dibakar.

Mayat korban ditemukan warga Rabu (1/8) pekan lalu dalam kondisi hangus terbakar di kawasan hutan jati di Desa Sendangwates Kecamatan Kunduran, Blora. Lokasinya berada sekitar 2 meter pinggir jalan raya Kunduran-Todanan. Saat itu, polisi kesulitan mendapatkan identitas korban. Karena itu, dua hari setelah ditemukan, jenazah Ferin dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jlumbang, Kecamatan Kota Blora.

Kasus ini terkuak setelah petugas menemukan identitas korban lewat ciri gigi kelinci korban, anting-anting emas dan sandal hotel yang ditemukan saat olah TKP.

Kapolres Blora AKBP Saptono kepada Jawa Pos Radar Kudus menjelaskan, sebuah sandal hotel yang ditemukan di lokasi mayat Ferin menjadi petunjuk utama polisi mengungkap identitas Ferin. Dari sana polisi mengetahui adanya laporan orang hilang di Polrestabes Semarang. Polisi kemudian mendatangi keluarga Ferin sambil membawa barang bukti yang diamankan, terutama anting-anting.

Kakak korban, Wiwit mengakui tim dari Polres Blora sempat mendatangi rumah keluarga korban di Sendangmulyo, Tembalang, Semarang pada Minggu (5/8). Dari sana, petugas menunjukkan barang bukti.  Awalnya pihak keluarga tidak begitu mengenali anting yang ditunjukkan oleh petugas. Namun sahabat korban yang justru membenarkan bahwa anting tersebut milik Ferin.

“Antingnya itu kan ada berliannya. Kebetulan dulu pas beli sama sahabatnya itu, jadi pas ada polisi Blora ke rumah, dia (sahabat korban) yang membenarkan itu antingnya Ferin. Dia yakin betul,” jelas Wiwit kepada Jawa Pos Radar Kudus saat ditemui usai pembongkaran makam Ferin di Blora, Selasa (7/8/).

Sehari setelah identitas korban terungkap, polisi berhasil menangkap pelaku di kamar kosnya. Pelaku Kristian Ari Wibowo pun mengakui perbuatannya kepada polisi. Saat diinterogasi petugas, pelaku bercerita kronologi dari awal pertemuannya dengan korban hingga proses membakar korban.

Pembunuhan yang dilakukan oleh Kristian terhadap korbannya ini terbilang keji. Sebab, korban dibuat tak sadarkan diri, kemudian diikat, diselimuti dengan sprei hotel hingga kemudian dibuang di kawasan hutan jati di Desa Sendangwates, Kecamatan Kunduran, Blora lalu dibakar.

Diduga pelaku membakar korban di lokasi kejadian dalam keadaan masih hidup, namun kondisi sekarat. Tindakan kejinya itu, diakui hanya dilakukan seorang diri. “Pada saat itu korban diikat tangan dan kakinya. Mungkin masih sekarat saat dibakar itu, tersangka kita amankan di Polres,” jelas AKBP Saptono

Sebelumnya, pelaku mengakui berkenalan dengan korban melalui media sosial. Kemudian keduanya bertemu di salah satu kamar hotel di Kota Semarang. Di sanalah aksi keji pelaku dilancarkan hanya untuk menguras harta perhiasan korban.

“Jadi di salah satu kamar hotel, korban dihabisi itu. Motifnya ya menguasai harta milik korban. Jadi, jalurnya di Semarang, kemungkinan masih belum meninggal. Pada saat di TKP itulah dia dibakar dengan diselimutin sprei milik hotel,” papar Saptono.

Ia menambahkan, atas perbuatannya itu, pelaku terancam pasal 338 dan 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati, atau pidana seumur hidup. “Pelaku sudah ditahan di ruang tahanan Mapolres Blora, Pasalnya 338 dan 340 KHUP,” katanya.

Terungkapnya pelaku pembunuhan terhadap Ferin Diah Anjani  rupanya menguak kasus lainnya yang pernah dilakukan Kristian.  Pria yang alumnus S1 salah satu perguruan tinggi swasta itu mengaku juga pernah membunuh perempuan lain dan membakar jasad korbannya pada 2011 silam.

“Dan ini juga setelah kita interogasi, pelaku ini melakukan hal yang sama pada tahun 2011, dengan motif mengambil mobil korban. Dengan TKP di Todanan yang dulu sampai sekarang belum terungkap itu,” ujar Saptono.

Polisi menduga pelaku kembali mengulangi perbuatannya karena aksinya pada 2011 tidak terungkap. “Jadi karena mungkin dulu pernah melakukan hal yang sama, berpikiran seperti itu tidak bisa terungkap, jadi diulangi lagi dia (pelaku),” imbuhnya.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Agus Triatmaja saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan terhadap pelaku pembunuhan wanita yang diketahui berprofesi sebagai Sales Promotion Girls (SPG) dan belakangan bekerja sebagai Caddy Golf di daerah Jalan Sisingamangaraja Semarang ini.

“Benar ada penangkapan pelaku pembunuhan, tapi saya belum dapat detail kronologi penangkapan,” ungkap Kombes Pol Agus Triadmaja saat dikonfirmasi kemarin. (mha/aro)