Beri Pelatihan Warga Terdampak Rob

1339
INOVATIF : Warga korban banjir rob di Kelurahan Kandang Panjang, mengikuti pelatihan budidaya tanaman hidroponik. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
INOVATIF : Warga korban banjir rob di Kelurahan Kandang Panjang, mengikuti pelatihan budidaya tanaman hidroponik. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Puluhan warga korban banjir dan rob di Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, melakukan pelatihan budidaya menanam dengan sistem hidroponik. Selasa (7/8).

Pelatihan diberikan oleh mahasiswa KKN IPB yang ditempatkan di Kelurahan Kandang Panjang, dengan melibatkan 115 warga dari berbagai kelurahan, utamanya korban banjir rob.

Koordinator pelatihan hidroponik, Agus Riyanto, mengungkapkan bahwa banjir rob melanda Kecamatan Pekalongan Utara seluas 80 persen daratan dan hampir 100 persen berada di Kelurahan Kandang Panjang.

Banjir membuat aktivitas ekonomi warga nyaris terhenti dan menjadi pengangguran.

“Hampir 100 persen Kelurahan Kandang Panjang ini menjadi korban banjir rob, akibatnya aktivitas ekonomi warga nyaris lumpuh, lahan kosong pun tidak ada,” ungkap Agus.

Oleh karena itu, pihaknya menggandeng mahasiswa KKN IPB untuk memberi pelatihan cara menanam dengan sistem hidroponik. Setelah pelatihan diharapkan setiap warga bisa mempraktikkan sistem tanam hidroponik yang memiliki ekonomis, sehingga warga memiliki pendapatan.

“Pasca pelatihan ini, semua kepala warga kami wajibkan untuk membuat tanaman hidroponik, khususnya tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, seperti kangkung, bayam slada dan lainnya, sehingga warga korban rob ini bisa menjadi petani hidroponik pada lahan terbatas,” kata Agus.

Sementara itu, Ketua KKN Mahasiswa IPB, Firda, menjelaskan bahwa budidaya tanaman hidroponik di wilayah korban banjir rob sangat tepat, karena minimnya lahan.

“Kami akan melakukan pendampingan pada warga korban rob, yang telah mulai melakukan budidaya tanaman hidroponik. Bahkan kami juga akan membantu menyalurkan hasil sayuran dari hidroponik,” tegas Firda. (thd/zal)