Awalnya Ikutan Teman, Berhasil Raih Perak di Brasil

Bintang Reindra Nada Guitara, Siswa SMPN 3 Salatiga Juara Wushu dan Karate

221
JAGO BELADIRI: Bintang Reindra Nada Guitara saat meraih juara II Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP tingkat Jateng 2018. (DOKUMEN PRIBADI)
JAGO BELADIRI: Bintang Reindra Nada Guitara saat meraih juara II Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) SMP tingkat Jateng 2018. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.COM – Di usia belia, Bintang Reindra Nada Guitara, sudah banyak menorehkan prestasi di cabang olahraga beladiri wushu dan karate. Baik di tingkat lokal, nasional hingga internasional. Bahkan, belum lama ini, ia berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan 7th World Junior Wushu Championship di Brasil.

TRISNAWATI DIAH UTAMI

SEJAK SD, Bintang Reindra Nada Guitara sudah menekuni olahraga beladiri. Saat itu, Bintang –sapaan akrabnya—bergabung dengan sanggar “Sasana Schreuder” tempatnya berlatih beladiri wushu dan karate. Awalnya, ia mengaku suka dengan karate hanya ikut-ikutan teman sebayanya yang berlatih di sanggar karate di Salatiga. “Saya berlatih karate sejak duduk di bangku SD kelas IV,” akunya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tak puas hanya di bidang karate, Bintang menjajal wushu untuk menambah pengalaman. Lagi-lagi ia mengaku tertarik dengan wushu juga dipengaruhi teman sebayanya dan rasa penasarannya terhadap wushu. Ia mulai memberanikan mempelajari cabang olahraga wushu ketika duduk di bangku kelas 1 SMP Negeri 3 Salatiga. “Saat itu, aku kan lagi fokus di karate. Lalu aku bilang ke pelatihku, Bu Puspa Aprilia, kalau tertarik belajar wushu juga. Sejak saat itu aku belajar dua bidang olahraga,” ungkap Bintang ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Selain hobi beladiri, cowok kelahiran Salatiga, 27 Januari 2004 ini juga mengaku hobi bermain musik dan berenang.

Bintang mengatakan, biasanya kalau lagi jenuh atau capek latihan, ia mencari waktu senggang biar bisa berenang. “Ya, sekadar untuk hiburan dan olahraga juga. Yang pasti untuk refreshing juga,” tandas alumnus MI Ma’arif Kutowinangun, Canden, Salatiga ini.

Meski usianya masih terbilang muda, ambisi Bintang untuk mengharumkan nama Indonesia patut disanjung. Ia mengaku setiap harinya latihan selama enam hari dalam seminggu. Jam latihannya pun beragam. “Biasanya saya latihan pagi dan sore. Kalau pagi biasanya dari jam lima sampai enam. Kalau pas liburan sekolah bisa sampai lebih dari jam enam. Dan kalau sore saya biasa latihan selama tiga jam. Itupun jam latihan bisa bertambah kalau mau ada persiapan kejuaraan wushu ataupun karate,” ungkap remaja yang masih duduk di bangku kelas IX SMP ini.

Di saat anak lain menghabiskan waktunya untuk bermain dan belajar, Bintang mengaku tidak merasa terbebani walau harus menjalani latihan setiap harinya. Baginya, pengalaman mendapat medali perak di tingkat dunia tak pernah dilupakan.  Awalnya, dari hobi ternyata kini berbuah manis. Meskipun demikian, perjalanan Bintang tidaklah mudah. Ia juga kerap merasa kecewa lantaran belum berhasil membawa nama Kota Salatiga di kancah regional maupun internasional. Itulah yang membuat motivasinya terpacu, sehingga harus berlatih lebih giat dan sungguh-sungguh.

Kini, usaha yang dilakukan tak sia-sia. Belum lama ini, putra pasangan Muhammad Arifin dan Retno Indriani ini berhasil menorehkan prestasi yang mengharumkan Kota kelahirannya, bahkan untuk nama Indonesia. Sejak belajar karate, Bintang juga kerap memenangkan kejuaraan, di antaranya Juara I Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Jawa Tengah, Juara I Olimpiade Siswa Nasional, Juara I Kejuaraan Nasional Open, Juara I Piala Wali Kota Magelang tingkat Jateng dan DI Jogjakarta, dan masih banyak lagi kejuaraan yang diikutinya sejak kelas IV SD.

Yang istimewa, belum ini SMP Domsav berhasil meraih medali perak dalam kejuaraan 7th World Junior Wushu Championship di Brasil. Tak hanya itu, sejak duduk di bangku kelas satu SMP, ia juga telah menjuarai beberapa kejuaraan. Di antaranya, Juara I Piala Rektor Unnes tingkat nasional, Juara I Kejuaraan Daerah Pelajar tingkat Jawa Tengah dan Jogjakarta, Juara I Kejuaraan Nasional, Juara I Kejuaraan Nasional Piala Bergilir Presiden RI/Piala Raja di Jogjakarta.

Meskipun kini disibukkan berbagai kegiatan latihan di sanggar, ia mengaku tetap fokus dengan pendidikannya di sekolah. Saya kan masih pelajar SMP dan mau ujian juga. Jadi, saya harus pintar membagi waktu antara belajar dengan latihan. Belajar itu penting, latihan juga penting. Makanya harus pintar bagi waktunya,” tandasnya.

Ke depan, Bintang sangat berharap dapat mengibarkan sang Merah Putih di negeri orang tidak untuk sekali ini saja. ”Mudah-mudahan sih bisa mengikuti kejuaraan dunia cabang karate, dan semoga bisa meraih medali lagi. Pokoknya harus berusaha ngibarin merah putih di negeri orang,” katanya.

Ia juga berharap kepada generasi muda sekarang harus punya motivasi dan tujuan untuk membanggakan kota asalnya, bahkan Indonesia. Tidak hanya untuk olahraga saja, namun di segala bidang. (*/aro)