Tipu Ratusan Nasabah, Berkedok Deposito

628

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Jajaran polres Salatiga berhasil membekuk karyawan sebuah koperasi yang melakukan penggelapan uang milik sekitar 100 nasabah yang jumlahnya cukup besar. Pelaku bernama  Tsaniya Zulfah, 36, warga Dusun Ketanggen, Kelurahan Susukan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Pelaku melakukan aksinya dengan membujuk dan merayu korban untuk menabung atau menaruh deposito di Koperasi Bina Usaha Mandiri, yang beralamat di Toko Raya Baru Pasar Raya II Blok A-D1 yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Tingkir Kota Salatiga. Namun setelah menerima uang dari nasabah, selanjutnya uang tidak diserahkan ke Koperasi, namun dipergunakan untuk kepentingan sendiri.

Aksi pelaku terbongkar saat hari Sabtu tanggal 30 Juni 2018 pukul 09.00 salah satu warga, Tantie Prima, 60, warga ditawari korban untuk deposito di koperasi tempat pelaku bekerja. Korban tergiur dengan bunga simpanan tinggi, kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 50.000.000.

Setelah jatuh tempo, pada tanggal 30 Juli 2018 bermaksud untuk mengambil deposito di koperasi itu, namun tersangka tidak bisa di hubungi. Kagetnya, saat datang ke kantor ternyata deposito atas nama korban tidak ada. Atas kejadian itu, korban melaporkan ke Polres Salatiga. Berdasar laporan tersebut, polisi mencari dan berhasil menangkap pelaku.

Kapolres Salatiga AKBP Yimmy Kurniawan melalui kasubag humas AKP Joko Lelono menuturkan, pelaku dijerat dengan kasus penggelapan dan atau Penipuan, sebagaimana dimaksud dalam pasal 372 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana dan atau 378 Kitab Undang- Undang Hukum Pidana.

Dalam penelusuran wartawan, korban lain memang ada yang enggan melaporkan kerugian yang dialaminya. Salah satunya adalah Safroni, warga Pungkursari yang merelakan tabungannya hingga belasan juta rupiah. “Saat saya cek, ternyata tabungan saya hanya Rp 300 ribu,” terang Safroni saat bertemu wartawan. (sas/bas)