Rebutan Janda, Guru Bacok Saingan

2991

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Adrianus Hermawan, 36, warga Bukit Melati Sendang Mulyo Tembalang babak belur dikeroyok sejumlah orang di Jalan Brigjen Sudiarto tepat di samping Pos Polisi Pucang Gading, Sabtu (4/8) dini hari. Pengeroyokan diduga dilatarbelakangi permasalahan asmara dengan seorang janda.

Adrianus Hermawan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit lantaran mengalami luka sabetan senjata tajam di bagian tubuhnya dari para pelaku. Pihak kepolisian yang menangani kasus ini langsung bergerak cepat dan berhasil menangkap empat orang pelakunya.

Empat pelaku masing-masing bernama Arnol, 23, warga Ciliwung X , Mlatibaru, Semarang Utara, Rudi Nugroho, 43, warga Zebra Dalam, Pedurungan kidul, Ilham  Bintang Susanto Alias Galimpo, 20, warga Rusun Bandung Bondowoso, Plamongansari Pedurungan, serta Andritanto alias Sinang, 25, warga Jalan Pucang Gede, Batursari, Mranggen.

Empat pelaku berhasil ditangkap di daerah Mranggen, 2 jam setelah kejadian. Dari penangkapan ini, ironisnya terdapat seorang yang berprofesi sebagai guru di sekolah negeri di daerah Mranggen, Demak yakni bernama Rudi Nugroho. Diduga laki-laki sebagai dalang dalam kasus penganiayaan dan pengeroyokan ini.

Dari pengakuan para pelaku, sebelum melakukan pengeroyokan dan penganiayaan, mereka sempat mendatangi kontrakan korban di kawasan Penggaron pada Jumat (4/7) sekitar pukul 23.30. Namun, korban yang telah mengetahui kedatangan gerombolan ini langsung lari keluar rumah.

“Korban lari dan dikejar oleh para pelaku, dan sempat ditabrak dengan sepeda motor pelaku dan korban terjatuh. Kemudian para pelaku membacok korban berulang ulang,” ungkap Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi kemarin.

Dari hasil pemeriksaan, aksi penganiayaan ini dilatarbelakangi masalah asmara. Pelaku bernama Rudi Nugroho yang berprofesi sebagai guru SMP cemburu melihat kedekatan korban  dengan seorang janda berinisial M, warga Penggaron.

“Jadi pelaku yang sudah lama menaruh hati pada janda ini merasa cemburu saat mengetahui korban dekat dengan perempuan ini. Kemudian dibantu teman-temanya, langsung mencari dan menganiaya denga sajam jenis parang,” tegasnya. (mha/zal)