Polisi Sita 14 Motor Sludupan

209
DISITA: Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha menunjukkan 14 motor yang akan diselundupkan ke Kumai, Kalimantan Tengah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISITA: Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha menunjukkan 14 motor yang akan diselundupkan ke Kumai, Kalimantan Tengah. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Jajaran Satreskrim Polres Kendal berhasil menggagalkan penyelundupan 14 sepeda motor di Pelabuhan Kendal. 14 Sepeda motor tanpa kelengkapan surat kendaraan hendak dikirim ke Kumai, Kalimantan Tengah melalui Kapal KMP Kalibodri.

14 motor dengan berbagai merek tersebut diduga merupakan motor kreditan yang belum selesai dan digelapkan untuk dijual di ke Kalimantan Tengah. Diketahuinya dugaan penyelundupan ini berasal dari laporan masyarakat yang curiga dengan pengiriman motor tanpa kelengkapan surat kendaraan.

“Kami langsung terjunkan personel ke lokasi untuk mengecek dan kami temukan ada 14 kendaraan bermotor. Kami langsung sita karena pengirim tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan kendaraan baik STNK maupun BKPB,” ujar Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Nanung Nugraha.

14 motor tersebut yakni lima unit Honda Beat, satu unit Honda Scoopy, satu unit Honda Absulute Revo, dua Unit Honda Versa, empat unit Yamaha Mio, dan satu unit Yamaha Vixion. Kesemua motor berplat G dan merupakan motor keluaran terbaru. Bahkan ada yang masih menggunakan plat nomor sementara.

Dari hasil pemeriksaan sementara ini, Polisi sudah mengantongi satu terduga pelaku berinisial B warga Kabupaten Demak. “Pelaku hanya bisa menunjukkan STNK saja, dari situ kami menyimpulkan ini merupakan motor kreditan dimana BPKB dijadikan jaminan,” tandasnya.

Jadi pelaku menurutnya sudah melanggar Undang-Undang tentang jaminan fidusia. Sebab barang yang masih dalam tanggungan tidak boleh dipindahtangankan. “Jadi kami tidak bisa menahan B. Hanya kami wajib lapor ke Mapolres Kendal sebanyak dua kali dalam seminggu. Saat ini 14 motor ini kami amankan di Polres Kendal. Selanjutnya kami akan mencari leasing dan pemilik motor tersebut sesuai dengan nama yang tertera dalam STNK motor tersebut,” pungkasnya.

Sementara Supervisor PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Jepara Perwakilan Kendal, Imron mengaku jika pihak kapal tidak mengetahui jika 14 motor tersebut merupakan akan diselundupkan. “Kami hanya akan mengirim, ternyata surat kelengkapan kendaraan tidak ada. Jadi kami serahkan ke pihak kepolisian,” akunya. (bud/bas)