Wahyu Permata Rusdiana
Wahyu Permata Rusdiana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Pertanian Kota Semarang memperketat lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Kota Atlas. Salah satunya wajib memiliki surat kesehatan dari klinik kesehatan hewan daerah asal. Tanpa surat tersebut, pedagang tidak boleh berdagang hewan kurban di Semarang.

Dinas Pertanian Kota Semarang akan melakukan sidak di beberapa  lokasi pedagang dan pemeriksaan hewan kurban sepekan sebelum perayaan Idul Adha 1439 H. Setidaknya, ada 50-60 petugas yang disiagakan untuk pemeriksaan hewan kurban. Setiap kecamatan akan diterjunkan dua sampai tiga orang petugas.

“Hewan kurban harus memiliki syarat sebelum disembelih, seperti telah cukup umur, sehat secara fisik atau tidak ada kecacatan. Saat ini petugas akan berkeliling terus untuk memastikan hewan kurban layak jual dan dagingnya layak konsumsi,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyu Permata Rusdiana, Senin (6/8).

Rusdiana menjelaskan, bagi pedagang yang hendak menjual hewan kurbannya harus mendapatkan izin dari kecamatan setempat. Syarat yang harus dipenuhi antara lain lokasi harus jauh dari permukiman, tidak berada di dekat jalan raya, tidak mengganggu estetika pemandangan, dan lokasi sekitar harus bersih. “Kami akan minta kecamatan mencarikan tempat yang tepat di wilayah masing-masing,” imbuhnya.

Rusdiana menjelaskan, pada tahun 2017, terdapat sejumlah hewan kurban yang tidak lolos uji kelayakan. Beberapa diantaranya karena proses jual beli dilakukan di luar kota. Misalnya, seperti hewan kurban yang dihibahkan ke masjid-masjid di Kota Semarang. Beberapa daerah yang seringkali mengirimkan hewan kurbannya di antaranya berasal dari Sragen, Pacitan, Grobogan, Wonogiri, dan Boyolali.

“Hewan-hewan ini lolos dari pemeriksaan karena seringkali langsung diserahkan kepada lokasi yang dituju. Sementara petugas kurban di masjid tidak mengetahui tentang syarat kelayakan hewan kurban. Untuk mengantisipasi kasus seperti ini terulang, kami beberapa kali telah menggelar pelatihan kepada petugas kurban,” katanya.

Terpisah, Camat Semarang Selatan, Ari Djoko Santoso mengatakan, di wilayahnya baru ada satu tempat yang mendapatkan izin untuk menggelar penjualan hewan kurban. Tempat tersebut berada di bekas Pasar Kambing yang ada di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Lamper Kidul.

“Selain itu, lokasi-lokasi lainnya nanti akan menyusul. Kami masih menunggu laporan dari masing-masing kelurahan. Selama tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan tidak menimbulkan protes maka akan kami izinkan,” tandasnya. (tsa/zal)