Pengemudi Ojek Online Tergeletak Penuh Darah

597

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Seorang pria pengemudi ojek online ditemukan bersimbah darah di Jalan Mulawarman Barat I, Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang. Diduga pria tersebut merupakan korban kekerasan oleh orang tak dikenal.

Korban diketahui bernama Ambiya Yudha Mulyana, 45, warga Jalan Kanfer Raya Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik. Saat ditemukan, korban dalam kondisi tertindih sepeda motor dan pada bagian mulut korban berlumuran darah.

Korban kali pertama ditemukan oleh Kusmanto, 49, warga Karangrejo RT 03 RW 01, Banyumanik, Semarang, Sabtu (4/8) sekitar pukul 20.00. Saat itu, Kusmanto hendak pulang ke Karangrejo setelah mengantar ibunya di daerah Kramas.

Begitu sampai di lokasi, Kusmanto melihat seseorang tergeletak di pinggir jalan dan tertindih sepeda motor Honda Revo bernopol H 5521 QG. Merasa takut terjadi sesuatu, Kusmanto lantas memberitahu warga sekitar, dan diteruskan ke aparat kepolisian.

“Waktu dilihat korban masih bernafas, tapi ada darah di mulutnya dan tidak bergerak,” ungkapnya.

Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD KRMT Wongsonegoro Ketileng menggunakan ambulans.

Menurut Kusmanto, sebelum kejadian Kusmanto sempat melihat korban berbincang dengan orang lain.

“Saya dua kali lewat sini, pertama waktu mengantar ibu. Saya melihat ada empat orang dengan dua sepeda motor berhenti di sini, tapi jaraknya agak jauh. Tapi agak mencurigakan. Terus lewat yang kedua, waktu melihat korban sudah tergeletak,” bebernya.

Kapolsek Tembalang Kompol Budi Rahmadi Unit Reskrim Polsek Tembalang dan Unit Inafis Polrestabes Semarang telah melakukan identifikasi awal di lokasi kejadian, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.

“Hasil olah TKP ditemukan sepeda motor milik korban serta jaket dan helm ojek online. Masih ditelusuri apakah ada barang milik korban yang hilang,” katanya.

Pihaknya mengakui belum bisa memberikan keterangan terkait peristiwa ini dengan alasan korban masih terbaring di rumah sakit dan belum bisa dimintai keterangan. Namun demikian, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap kasus ini.

“Korban masih belum bisa dimintai keterangan. Sehingga kami belum bisa menjelaskan apakah ini percobaan curas atau percobaan pengeroyokan, masih kita selidiki,” ujarnya. (mha/aro)