RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Pos dan Logistik Indonesia (Asperindo) meminta para pelaku bisnis e-commerce untuk mencantumkan kode pos dalam pengiriman barang. Pencantuman kode pos terkait dengan penentuan ongkos pengiriman.

Ketua Asperindo Jawa Tengah, Tony Winarno mengatakan, industri jasa pengiriman turut menggeliat seiring dengan tumbuhnya perusahaan-perusahaan e-commerce. Sayangnya, saat ini, jarang sekali perusahaan e-commerce yang mencantumkan kode pos. “Kode pos terdiri dari lima digit, urutan terdepan provinsi, kabupaten, kecamatan dan angka yang terakhir menunjukkan kode desa. Oleh karena itu pencantuman kode pos sangat penting,” ujarnya, kemarin.

Pertama, untuk memudahkan proses pengiriman. Meskipun saat ini telah ada aplikasi online yang memudahkan pencarian lokasi, namun kode pos tetap membantu keakuratan suatu tempat. Kedua, sebagai parameter dalam menentukan biaya pengiriman.

“Sebagai contoh, dicantumkannya Semarang. Tapi Semarang juga kan luas, ada yang tengah kota, ada juga yang di ujung perbatasan. Sebenarnya, ongkos juga berbeda. Tidak bisa Semarang ongkos disamaratakan. Nah, dengan pencantuman kode pos, akan lebih memudahkan penentuan ongkir,”ujarnya.

Ia berharap tak hanya pengguna jasa pengiriman saja yang tertib menggunakan kode pos, tapi para pengusaha jasa pengiriman juga mengaplikasikan biaya sesuai dengan jarak tempuh. Tak hanya berdasarkan pencantuman kota saja, tapi detail sesuai dengan kode pos.

“Jangan hanya mengejar jumlah pengiriman saja, tapi juga biaya. Kalau misal memang sebetulnya tidak mencukupi ya lebih baik terapkan ongkos sesuai letak detail. Ini juga akan lebih sehat untuk kompetisi antar pengusaha jasa pengiriman sendiri,” ujarnya. (dna/ton)