Optimistis Partisipasi Pemilih Naik

826
DISKUSI: KPU Batang saat berdiskusi tentang hasil Pilgub 2018 dengan perwakilan organisasi dan awak media, pada Senin (6/8). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISKUSI: KPU Batang saat berdiskusi tentang hasil Pilgub 2018 dengan perwakilan organisasi dan awak media, pada Senin (6/8). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Dibandingkan pemilihan Gubernur (Pilgub) pemilihan anggota legislatif (Pileg) diprediksi akan mengalami peningkatan partisipasi pemilih. Hal ini berdasarkan pengalaman pemilihan sebelumnya yang pada pilihan legislatif paling banyak partisipasinya, akibat banyaknya calon yang turut aktif meraih massa.

“Partisipasi pada Pileg cenderung naik, dengan pertimbangan jumlah kontestannya banyak sesuai dengan jumlah kursi DPRD di masing – masing dapil sesuai dengan jumlah Parpol,” kata Ketua KPU Kabupaten Batang, Adhi Pranoto Senin (6/8).

Lebih lanjut, untuk pemilihan Presiden juga pasti mengalami kenaikan serupa. Selain akan semakin gencarnya para tim sukses, popularitas calon presiden juga faktor penentunya, sehingga banyak yang mengajak untuk menggunakan hak pilihnya.

Menurutnya penurunan tingkat partisipasi pemilih di Pilgub yang mencapai 9 persen dibandingkan dengan Pilihan legislatif 2014 juga dikarenakan letak geografis  yang luas. Sehingga kontestan Pilgub tidak bisa menyambangi semuanya.

“Tapi menurut saya dengan tingkat partisipasi pilgub kurang dari 70 persen atau 68 persen adalah angka realistis dan Fakta yang ada di Kabupaten Batang. Bahwa angka tersebut angka maksimal yang tidak bisa kita kejar,” tegas Adhi Pranoto.

Ia juga mengatakan bahwa kesuksesan penyelangaraan Pilgub tidak lepas dari kerjasama dan peran partisipasi aktif dengan lembaga pemerintahan dan organisasi kemasyrakatan, sehingga bisa terselenggara dengan baik aman  dan lancar  dan kondusif.”Kesuksesan bukan semata-mata karena kerja penyelenggaraa pemilu tapi kerja bersama dari seluruh komponen masyarakat Kabupaten Batang seaesuai dengan perannya,” ujarnya.

Dan Evaluasi tersebut, pihaknya bisa mengumpulkan data dan keterangan untuk mengetahui apa saja yang perlu diperbakai. Setelah dilakukan kritisi oleh peserta, juga agar lebih baik lagi kedepan.“Dari  hasil evaluasi tersebut akan kita laporkan  ke KPU pusat yang nantinya sebagai bahan rujukan untuk kegiatan penyrlengaraan pemilihan umum yang lebih baik lagi,” tandasnya. (han/bas)