Liga Santri Region I Jateng Digeber

292
BAKAL SERU: Ketua PSSI Demak Edy Sayudi menendang bola menandai awal pertandingan LSN di Stadion Pancasila, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BAKAL SERU: Ketua PSSI Demak Edy Sayudi menendang bola menandai awal pertandingan LSN di Stadion Pancasila, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Sarana dan prasarana yang berkualitas tetap menjadi kunci kemajuan kompetisi sepakbola di Indonesia. Demikian disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Fathan Subchi terkait pagelaran Liga Santri Nusantara (LSN) yang berlangsung di Stadion Pancasila, kemarin.

Menurutnya, kompetisi yang berjenjang juga menjadi syarat sebuah sebuah kemajuan olahraga ditanah air. Dia menambahkan, dalam sepak bola kemampuan santri tidak boleh diremehkan. Sebab, santri juga mampu mengembangkan diri dalam memajukan olahraga sepakbola tersebut. “Santri memiliki bakat dan potensi yang besar untuk menjadi pesepakbola professional,”kata wakil rakyat dari Dapil Demak, Kudus dan Jepara ini.

LSN yang melibatkan para santri dari berbagai pondok pesantren di wilayah Regional I ini memperebutkan piala Kang Fathan (Fathan Cup) 2018. Untuk pertandingan pemula kemarin ditandai dengan kick off dari Ketua PSSI Demak Edy Sayudi disaksikan Direktur LSN wilayah Barat Khusnaeni dan Koordinator LSN Region I Jateng Fahsin M Faal.

Anggota DPRD Jateng dari Fraksi PKB Ida Nur Sa’adah juga ikut hadir bersama para santri memberikan semangat atau yel-yel khas santri Subbanul Wathon. Pertandingan pertama sub regional Demak adalah antara kesebelasan santri dari Ponpes HM Demak dengan kesebelasan Al Fadhilah FC.

Kemudian dilanjut antara kesebelasan Ponpes Al Mubarok dengan Rifking FC. Siang hari, tanding antara Futuhiyah melawan As Shodiqiyah serta Al Furqon dengan Al Fadlu. Direktur LSN, Khusnaeni mengatakan, pemerintah, utamanya Kementerian Pemuda dan Olahraga menggulirkan LSN adalah selain mendorong para santri tetap sehat juga memberikan kesempatan bagi santri untuk mengukir prestasi dalam olahraga sepakbola. “Di Indonesia jumlah santri sekitar 4 juta orang. Jumlah ini tentu memiliki potensi besar yang harus dikembangkan. Apalagi, kalau ada persoalan Negara, santri selalu ada didepan,” katanya. (hib/bas)