Joki CPNS Divonis 1 Tahun 7 Bulan

187

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Windu Purbowo, 30, terdakwa kasus dugaan penipuan rekruitmen pegawai negeri sipil (PNS), dijatuhi pidana selama satu tahun tujuh bulan penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang. Terdakwa dinyatakan bersalah dan melanggar Pasal 378 KUHP jo Pasal 56 ke-1 KUHP.

Vonis yang dijatuhkan hakim tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang, menjatuhkan tuntutan kepada terdakwa selama dua tahun tujuh bulan penjara.

Menyikapi putusan tersebut kuasa hukum Windu, Hermansyah Bakri dan Bambang Adhi Pamungkas menyatakan menerima, namun demikian ia menilai kliennya hanya korban dalam kasus itu. Dikatakannya, dalam kasus itu juga menyeret Maria Sri Endang Tridadi, 59, warga Sendangmulyo, Tembalang, sebagai pelaku utama dan R Herry Sucipto, 59, yang mengaku sebagai pensiunan Polda Jateng, warga Sukabumi, Jabar.

“Keluarga besar klien kami dijanjikan oleh Maria Sri bahwa akan bisa masuk dalam CPNS. Totalnya, sebanyak 4 orang. Adapun yang menghubungkan oknum pensiunan Polda Jateng bernama Herry Sucipto, tapi mau bagaimana lagi klien kami menerima putusannya,” kata Hermansyah Bakri usai sidang, Senin (6/8).

Dari keempat korban itu, lanjut Dio, kepada Endang korban menyetorkan uang sebesar Rp 1,3 miliar, yang masing-masing setiap orang sekitar Rp 350 juta. Para korban semakin percaya, karena dikenalkan oknum polisi, maka ibunda Windu bernama Yuli Heriyani merasa yakin dan nekat menjual rumah untuk memenuhi uang tersebut.

“Belakangan Windu hanya diminta bekerja di rumah Maria, kemudian diminta menjadi sopir dan mengantarkan antarkan SK CPNS kepada korban-korban lain, yang sudah dijanjikan Maria sendiri. Lambat laun baru terungkap ternyata SK itu bodong,”ungkapnya.

Terdakwa sendiri membantu Maria Sri untuk mengantarkan para korban ke Jakarta dengan menyerahkan tiket kereta api dari stasiun Tawang Semarang menuju stasiun Gambir Jakarta. Sesampainya di Jakarta terdakwa juga mendampingi para korban ketika menginap di Hotel Menteng untuk pengarahan dan Diklat namun kenyataannya di Jakarta tidak ada kegiatan apa-apa, untuk selanjutnya para korban disuruh mengisi daftar riwayat hidup, dan keesokan harinya para korban dikembalikan ke Semarang untuk menunggu SK asli. Namun semua itu hanyalah tipu muslihat dari saksi Maria Sri Endang Tridadi dan Windu Purbowo saja.

“Kenyataannya sampai sekarang ketiga anak dari saksi Maryamti Yaitu Sukarno, Candra Agil Pratama dan Twostyana Linggsa Sari tidak ada yang diterima sebagai CPNS melalui bantuan terdakwa maupun Maria Sri Endang,”sebut jaksa. (jks/zal)