Germas Harus Dimulai dari Lingkup Keluarga

128
DUKUNG PENUH : Ketua Stikes Widya Husada Hargianti (pakai batik) mendukung penuh kegiatan Madosi Germas yang diselenggarakan oleh Puskesmas Lebdosari Semarang di Museum Ranggawarsita, belum lama ini. (IST)
DUKUNG PENUH : Ketua Stikes Widya Husada Hargianti (pakai batik) mendukung penuh kegiatan Madosi Germas yang diselenggarakan oleh Puskesmas Lebdosari Semarang di Museum Ranggawarsita, belum lama ini. (IST)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pada zaman Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) ini, anggaran banyak terserap untuk membiayai penyakit katastropik yaitu penyakit jantung koroner, stroke,  kanker, gagal ginjal kronik. Biaya tersebut berpotensi menjadi beban terhadap keuangan negara.

Saat ini, tantangan masalah kesehatan di Indonesia adalah triple burden, karena adanya penyakit infeksi masih ada, penyakit tidak menular (PTM) meningkat dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul lagi. Telah terjadi pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi) akibat  perubahan gaya hidup.

Meningkatnya PTM dapat menurunkan produktivitas sumber daya manusia dan kualitas generasi bangsa. Penduduk usia produktif dengan jumlah besar yang seharusnya memberikan kontribusi pada pembangunan, justru akan terancam bila kesehatannya terganggu oleh PTM yang berbiaya tinggi itu.

Puskesmas Lebdosari  menyelenggarakan acara Madosi Germas (Gerakan Masyarakat Hidup Sehat) yang dipusatkan di Museum Ranggawarsito dan Stikes Widya Husada mendapat kesempatan untuk berperan aktif pada acara tersebut, belum lama ini.

Kepala Puskesmas Lebdosari  dr Umi menerangkan , pelaksanaan Germas harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian hidup sehat. “Gemas sendiri dapat dilakukan dengan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur  dan buah, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, memeriksa kesehatan secara rutin, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban,” katanya.

Ketua Stikes Widya Husada Hargianti sangat mendukung kegiatan ini, gerakan masyarakat ini diharap bisa menjadi budaya. Karena merupakan salah satu wujud revolusi mental. Lakukan 3 hal sederhana yakni olahraga ringan 30 menit per hari,  makan buah dan sayur, dan periksa kesehatan rutin.

”Germas diharapkan dapat meningkatkan partisipasi dan peran serta masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan mengurangi beban biaya kesehatan, “imbuhnya.  (den-sct/zal)