Bupati Semprot Direktur PDAM

965
CEK LAPANGAN: Bupati Batang Wihaji saat sidak langsung ke saluran air yang rusak dengan mengajak Direktur PDAM Batang Yulianto serta perjabat terkait. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEK LAPANGAN: Bupati Batang Wihaji saat sidak langsung ke saluran air yang rusak dengan mengajak Direktur PDAM Batang Yulianto serta perjabat terkait. (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Geregetan dengan manajemen PDAM Batang akibat satu minggu air PDAM tidak mengaliri warga Batang, Bupati Batang Wihaji meluapkan kemarahan terhadap Direktur PDAM Batang, Yulianto karena dinilai laban dalam mengatasi matinya saluran air di perusahaannya.

Karena hampir separuh dari total pelanggan PDAM Kota Batang yang mencapai 21.000 rumah, selama seminggu ni tidak teraliri air bersih. Hal ini akibat kebocoran salah satu pipa saluran air, dari sumber mata air Bismo Blado di jalur Sendang Kecamatan Wontunggal.

“Terus terang saya capai, di Whatsapp isinya orang memaki saya semua, karena masalah air PDAM yang mati. Makanya saya juga panggil Direktur PDAM, dan saya juga ingin lihat langsung seperti apa kerusakannya,” ucap Bupati Batan Wihaji saat meninjau langsung lokasi pipa PDAM yang bocor di Sendang Kecamatan Wontunggal, Senin (6/8).

Ditegaskan Bupati, minimal masyarakat mengetahui apa yang terjadi, dengan berikan informasi yang jelas dan segera bertindak cepat. Direktur PDAM menurut bupati harusnya tanggap, karena air adalah kebutuhan utama, apalagi masyarakat pun dalam mendapatkanya membayar sehingga harus ada pelayanan prima.”Air bersih merupakan pelayanan dasar, kalau tidak ada air sehari semua jadi marah harusnya pak Yuli (Direktur PDAM, Yulianto, red) tanggap,” tegas Wihaji.

Direktur PDAM Yulianto mengatakan, bahwa untuk wilayah Batang kota (Kecamatan Batang) dengan total 21.000 pelanggan pasokan airnya memang dari sumber Bismo dan Pagerukir. Tapi yang utamanya Bismo dan karena jalur pipa bismo yang putus maka pasokan air mengalami gangguan.”Saya Mohon maaf karena pipa tersebut perlu perbaikan dan kita pinginya cepat, karena satu pelanggan saja tidak teraliri air kami prihati apalagi ada banyak tak teraliri,” ujar Yulianto.

Di jelaskan juga bahwa, pihaknya sudah melakukan upaya perbaikan dengan cepat tapi karena posisinya melintasi jalan raya, sehingga terus mendapat pergerakan tanah dan getaran. Akibatnya gerakan tersebut, pipa air kembali mengalami kebocoran lagi. Selain itu usia pipa juga cukup tua, kurang lebih 23 tahun sehingga rawan kerusakan.

“Kita sudah perbaiki lagi dan Alhamdulilah sekarang sudah dapat mengalir lagi namun belum sempurna dan nanti kalau pelanggan sudah dapat air semunya barau kita perbaiki untuk penyempurnaan,” tandas Yulianto. (han/bas)