6.000 Liter Bantuan Air Ludes Dalam 30 Menit

953
BEREBUT AIR BERSIH: Ratusan warga Desa Karang Mulyo, Kesesi berebut air bersih bantuan dari PMI Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BEREBUT AIR BERSIH: Ratusan warga Desa Karang Mulyo, Kesesi berebut air bersih bantuan dari PMI Kabupaten Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Ratusan warga Dukuh Bantul Desa Karang Mulyo dan Desa  Kesesi, Kecamatan Kesesi, Senin (6/8) kemarin berebut air bersih bantuan PMI Kabupaten Pekalongan di Kantor Balai Desa setempat. Hanya dalam waktu 30 menit, dua tangki yang membawa 6.000 liter air bersih langsung habis diserbu warga.

Kepala Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan, Bambang Djatmiko, mengungkapkan bahwa ada sembilan desa di Kabupaten Pekalongan yang mengalami kesulitan air bersih cukup serius karena debit air sumur mulai menyusut.

Yaitu Desa Kesesi, Desa Windurojo, Desa Karang Mulyo, Desa Ujungnegoro di Kecamatan Kesesi, Desa Pantianom di Kecamatan Bojong, Desa Luragung di Kecamatan Kandangserang, Desa Pegandon di Kecamatan Karangdadap, Desa Rowocacing di Kecamatan Kedungwuni, dan Desa Pododadi di Kecamatan Karanganyar.

Bambang juga mengatakan meski musim kemarau ini cukup panjang, namun setidaknya di daerah atas seperti Kecamatan Petungkriyono dan Paninggaram masih sering hujan. Sehingga kondisi kekeringan di Kabupaten Pekalongan belum terlalu parah bila dibanding wilayah lain, seperti di Kabupaten Pemalang dan Wonogiri. “Kita sudah memetakan beberapa desa yang mengalami kekeringan, bantuan air bersih sudah kita berikan secara bertahap sesuai kebutuhan” ungkap Bambang.

Untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan air bersih pihaknya telah berkoordinasi dengan PDAM dan istansi terkait untuk melakukan pemdistribusian air bersih ke warga, salah satunya ke Dukuh Bantul, Desa Karang Mulyo karena banyak sumur-sumur warga yang kering di desa tersebut

“Permasalahan kekeringan memang kerap melanda wilayah di Kecamatan Kesesi, seperti Desa Windurojo, Karang Mulyo dan Kesesi. Kami akan terus memberikan bantaun air bersih, ke beberapa yang akses jalan terbilang susah karena daerah tinggi dan jalan rusak, namun sesegera mungkin kami akan menuju ke sana untuk memberikan bantuan,” kata Bambang.

Sementara itu, Kepala Desa Windurojo, Suherman, justru menolak adanya bantuan air bersih yang diberikan oleh BPBD Kabupaten Pekalongan. Pasalnya BPBD hanya memberikan air bersih sebanyak dua tangki mobil, atau sebanyak 6.000 liter, yang habis dalam waktu 30 menit untuk 100 warga. Sedangkan jumlah kepala keluarga yang mengalami kesulitan air bersih lebih dari 2.000 kepala keluarga.

“Sebaiknya Pemda atau BPBD Kabupaten Pekalongan, tidak usah memberikan bantuan air bersih lagi karena jumlah bantuan yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan, jadi rebutan dan akhirnya menjadi keributan di desa,” tegas Suherman kesal. (thd/bas)