Warga Saling Tukar Makanan

186
Kepala Desa Bonangrejo M Asnawi dan Sekdes Ahmad Gufron Nur menyerahkan wayang kepada Ki Dalang Sudarto dalam pentas semalam suntuk sedekah bumi. (Wahib pribadi/radar semarang)
Kepala Desa Bonangrejo M Asnawi dan Sekdes Ahmad Gufron Nur menyerahkan wayang kepada Ki Dalang Sudarto dalam pentas semalam suntuk sedekah bumi. (Wahib pribadi/radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Ada yang menarik dalam selamatan sedekah bumi di Desa Bonangrejo, Kecamatan Bonang. Selain gelaran wayangan dengan lakon Kalimasada Kawedar oleh Ki Dalang Sudarto dari Karangrayung Grobogan, sedekah bumi dalam rangka Apitan ini juga ditandai dengan tradisi saling tukar makanan dan jajanan antarwarga. Doa sesepuh turut membuat hikmat prosesi tradisi yang sudah lama mengakar di masyarakat Bonangrejo tersebut.

Kepala Desa Bonangrejo, M Asnawi menyampaikan, sedekah bumi terus dilestarikan sebagai wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT kepada masyarakat di kampung yang dipimpinnya. “Sebelumnya, kita bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat bersama sama berziarah di makam sesepuh atau leluhur desa, yaitu Makam Mbah Bekel sebagai cikal bakal Desa Bonangrejo,” katanya. Konon, Mbah Bekel merupakan murid Sunan Kalijaga yang berdakwah syiar agama Islam dan menetap di desa tersebut.

Sekretaris Desa (Sekdes) Bonangrejo, Ahmad Gufron Nur menambahkan, pergelaran wayang kulit semalam suntuk yang dihelat di halaman balai desa menandai puncak Apitan. “Selain dihibur dengan wayang kulit, sedekah bumi ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antar warga,”katanya.

Sedekah bumi dilakukan di tiga dukuh. Yaitu, Dukuh Panjunan, Cempan dan Bonang. Setiap dukuh memiliki cerita sejarah masing masing. Dukuh Panjunan berkisah soal keberadaan Mbah Bekel. Kemudian, dinamai Dukuh Cempan karena terdapat petilasan persinggahan Putri Campa dari Kamboja. Sedangkan, Dukuh Bonang berasal dari cerita Sunan Kalijaga yang menyeret tongkatnya hingga membentuk sungai Tuntang. Dukuh ini juga bercerita soal pertemuan Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang. (hib/sct/ton)