Super Cake Brillian Jadi Langganan Artis dan Turis Mancanegara

Istana Oleh-Oleh Brillian

216
MENDAPATKAN APRESIASI: Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi (dua dari kiri) didampingi GM Radar Semarang Iskandar menyerahkan sertifikat penghargaan Cullinary Award kepada Nanda Djoenaedy (dua dari kanan) owner Istana Oleh-Oleh Brillian didampingi salah satu puterinya. (Sugiyanto wiyono/jawa pos radar semarang)
MENDAPATKAN APRESIASI: Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi (dua dari kiri) didampingi GM Radar Semarang Iskandar menyerahkan sertifikat penghargaan Cullinary Award kepada Nanda Djoenaedy (dua dari kanan) owner Istana Oleh-Oleh Brillian didampingi salah satu puterinya. (Sugiyanto wiyono/jawa pos radar semarang)

RADARSEMARANG.COM – Bagi penggemar cake, rasanya tidak lengkap jika tidak mampir dan mencicipi Super Cake Istana Oleh-Oleh Brillian di Kota Semarang. Jawa Pos Radar Semarang merekomendasikan Super Cake Brillian sebagai oleh-oleh yang musti dibeli, dibawa pulang, dan dinikmati oleh para pecinta cake maupun turis domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Atlas.

TIDAK sulit mencari Toko Istana Oleh-Oleh Brillian. Letaknya sangat strategis, di pojok Simpang Lima, jantungnya Kota Semarang. Tepatnya, di ujung Jalan Erlangga Raya, dengan ciri khas bangunan berkonsep istana. Adalah Nanda Djoenaedy dan sang istri, Cynthia Margareta, pasangan suami-istri yang merintis usaha cake sejak sejak 1979 silam, berlabel Luciana.

Awal berdiri, Luciana menempati sebuah ruko berukuran 60 meter per segi di Jalan Jagalan. Ketika itu, Toko Luciana hanya menyediakan bahan kue dan melayani pemesanan kue tart pernikahan dan kue ulang tahun saja. “Kami mengawali bisnis ini, karena belum banyak orang yang menggeluti pembuatan kue tart untuk pernikahan dan kue ulang tahun di kota Semarang,” ungkap pria yang akrab disapa Nanda.

Kenapa tertarik bisnis kue? “Karena istri saya suka sekali membuat aneka olahan kue,” kata Nanda yang menyukai seni menggambar. Dua dua hobi pasutri tersebut lantas dikolaborasikan dalam bentuk kue tart pernikahan dan kue ulang tahun yang unik. “Kami memulai perjalanan bisnis ini dari nol, dengan modal kurang lebih hanya Rp 1 juta hasil bantuan kakak saya,” ucap Nanda, mengenang.

Setiap hari, Nanda bersama sang istri, selalu bereksperimen menciptakan kue. Mereka meracik komposisi dengan bahan-bahan yang pas. Berkat inovasi mereka, banyak pelanggan yang merasa cocok hingga permintaan mengalir deras. Satu sisi, barang dangangan berupa peralatan dan bahan kue juga semakin lengkap. Hal itu memudahkan Nanda dan istri untuk menerima order dalam jumlah besar. Hanya saja tempat produksinya ketika itu masih sangat terbatas.

Sepuluh tahun berjalan, Nanda merasa bisnisnya stagnan, meski kualitas kuenya semakin meningkat. Ia lantas berpikir untuk mengembangkan bisnisnya dengan mperluas jaringan pasar. Pada 1989, Nanda dan istri mendapat kepercayaan dari produk Palmia Margarine untuk menjadi distributor bahan kue premium. Dari sinilah, bisnis Nanda mulai meroket.

Puncaknya, pada 1994, sang istri, Cynthia Margareta, sukses menciptakan resep cake yang istimewa. Cake barunya mampu berhan hingga 2 bulan tanpa bahan pengawet dan mempunyai cita rasa baru yang berbeda. Kue itu lantas diberi nama Super Cake Brillian. Setelah produk super cake ini dipasarkan, terjadi peningkatan permintaan besar-besaran. “Awalnya kami melakukan uji coba super cake dan bisa bertahan hingga satu bulan. Setelah kita tes di laboratorium, dinyatakan tidak ada masalah untuk dikonsumsi,” terang pria murah senyum ini.

Selanjutnya, ayah tiga putri: Lucia, Lauren, dan Laven ini mengungkapkan, produk super cake miliknya juga sudah diuji oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Hasilnya, BPOM menyatakan bahwa kue tersebut bisa bertahan selama 63 hari tanpa bahan pengawet. Super cake juga sudah mendapat pengakuan dari MURI, sebagai kue yang tahan lama dan tanpa bahan pengawet. “Selain dengan bahan-bahan pilihan dan resep kami sendiri, produk super cake juga dilengkapi dengan kemasan plastik vakum,” ungkap pria yang mempunyai 23 karyawan ini.

Nah, pada 2006, Nanda bersama istri lantas mendirikan pusat jajan dan oleh-oleh dengan brand: Istana Oleh-Oleh Brillian di kawasan Simpang Lima. Di sini, selain menyediakan menu utama super cake, juga dilengkapi aneka jajanan dan oleh-oleh. Antara lain, bandeng presto, lunpia, dodol, dan lainnya. Sedangkan Toko Lucinan di Jalan Thamrin, khusus menyediakan peralatan dan bahan kue saja.

Nanda menjelaskan, produk super cake mempunyai berbagai varian. Yakni cokelat, keju, kismis, almond, braunneo, cappucino, less sugar, chrunchi, ovomaltine dan super cake tiga rasa. Semuanya dilapisi cokelat. Semua produk super cake mempunyai berbagai macam keistimewaan. Selain tahan lama, cake ini terasa lebih lama dilidah, tidak eneg, teksturnya halus, tapi terasa padat.

Kata Nanda, masyarakat bisa memilih produk berdasarkan kualitas dan cita rasa. Sejauh ini, produknya sudah mendapatkan kepercayaan yang besar dari konsumen. ”Saya berharap, Super Cake Brillian bisa menjadi ikon kue asli Semarang dan dikenal banyak orang selain lunpia.”

Terkait kualitas produk Super Cake Brillian, Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (2/8) lalu memberikan apresiasi berupa Cullinary Award 2018 kepada sang owner, Nanda Djoenaedy di tokonya, Istana Oleh-Oleh Brillian di Simpang Lima. “Cullinary Award kami memang berikan kepada pelaku usaha-usaha kuliner yang memiliki berbagai keunggulan. Untuk Istana Oleh-Oleh Brillian, kami berikan karena produknya sudah terbukti mampu bertahan lama, tanpa bahan pengawet, juga tanpa menghilangkan rasanya yang enak untuk dikonsumsi. Ini sungguh luar biasa,” kata Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi, saat memberikan sertifikat Cullinary Award 2018 kepada Nanda. Dikatakan, Cullinary Award 2018 sudah diberikan kepada pelaku-pelaku usaha kuliner di wilayah Jawa Tengah, dengan kategori yang berbeda-beda. (gie/isk)