Ribuan Orang Menari Poco-Poco

395
REKOR DUNIA : Puluhan napi di Lapas Kelas IIA Kendal mengikuti pemecahan rekor Guinness World Records The Largest Poco-Poco Dance 2018 di halaman lapas setempat, Minggu (5/8). (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REKOR DUNIA : Puluhan napi di Lapas Kelas IIA Kendal mengikuti pemecahan rekor Guinness World Records The Largest Poco-Poco Dance 2018 di halaman lapas setempat, Minggu (5/8). (BUDI SETIYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Upaya pemecahan rekor Guinness World Records The Largest Poco-Poco Dance 2018 dilakukan serentak di berbagai kota di Indonesia, Minggu (5/8) pagi. Termasuk di Kota Salatiga dan Kabupaten Kendal. Di Kota Salatiga, Festival Senam Poco-Poco yang diikuti ribuan orang berlangsung di Stadion Kridanggo. Sementara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kendal, 36 narapidana ikut andil menari poco-poco.

Wakil Wali Kota Muh Haris mengatakan, kegiatan tersebut merupakan simbol kebersamaan dari Salatiga untuk Indonesia dalam menyambut pelaksanaan Asian Games sekaligus wujud pelestarian budaya senam Poco-Poco Indonesia. “Saya sampaikan apresiasi kepada segenap panitia atas pelaksanaan kegiatan ini. Meskipun cuaca memang sedang dingin, namun antusiasme masyarakat patut diacungi jempol,” ujar Haris.

Di Kendal, 36 napi tampil all out untuk mendukung pemecahan rekor. Mereka memasang rumbai-rumbai dari tali rafia di tangan dan ikat kepala merah putih layaknya cheerleader. Kasi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik Lapas Kelas IIA Kendal, Hidayat mengatakan, napi yang mengikuti senam poco-poco sebelumnya diseleksi, sehingga terpilih sebanyak 36 peserta. “Mereka menjalani latihan senam poco poco kurang lebih dua pekan,” jelasnya.

Selain pemecahan rekor, Lapas Kelas IIA Kendal juga menyelenggarakan pekan olahraga bagi pegawai dan warga binaan. Cabang olahraga yang dilombakan yaitu voli, sepak takraw, bulutangkis, dan tenis meja. (sas/bud/ton)