Potong Sapi Betina, Bisa Dipidana

778

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Kepala  Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan (Dispaperkan) Kabupaten Wonosobo Abdul Munir  mengimbau masyarakat tak melakukan pemotongan ternak ruminansia betina produktif. Jika ternak betina produktif terus dipotong, dikhawatirkan akan menurunkan populasi ternak besar.

Menurut Munir, dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, terdapat larangan pemotongan betina produktif. Disebutkan, pemotongan ternak rumanasia kecil betina produktif bisa diancam dipidana kurungan paling singkat satu bulan dan paling lama enam bulan serta denda paling sedikit Rp 1 juta dan paling banyak Rp 5 juta. “Untuk pemotongan ternak rumanasia besar betina produktif, dipidana kurungan paling singkat satu tahun dan paling lama tiga tahun serta denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 300 juta,” ujarnya.

Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Setijawati Noegraeni menyebutkan, pada 2017 lalu, dari sekitar 65.000 ternak sapi yang dipotong di Jawa Tengah, terdapat sekitar 2.100-an ternak betina produktif. “Ini menjadi evaluasi kami agar tahun ini tidak terjadi lagi kasus pemotongan ternak betina produktif,” ujar dia. (cr1/ton)