Pendaki Sumbing Alami Hipotermia

890
KEDINGINAN : Petugas BPBD Temanggung bersama tim gabungan SAR saat mengevakuasi korban kecelakaan di Gunung Sumbing. (BPBD Temanggung For Radar Kedu)
KEDINGINAN : Petugas BPBD Temanggung bersama tim gabungan SAR saat mengevakuasi korban kecelakaan di Gunung Sumbing. (BPBD Temanggung For Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Kecelakaan pendakian gunung kembali terjadi di Temanggung. Kali ini terjadi di Gunung Sumbing lewat jalur pendakian Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Sedikitnya ada dua orang pendaki yang mengalami cedera dan harus mendapatkan penanganan medis.

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi meyebutkan, kedua pendaki itu adalah Nadia indah C, 22, warga Ungaran, Kabupaten Semarang yang mengalami hipotermia dan M Fauzan, 24, warga Ambarawa mengalami kaki terkilir.

Gito menjelaskan, pada Sabtu (4/8) sore, sebanyak 9 orang pendaki gabungan naik Gunung Sumbing lewat jalur pendakian Dusun Cepit Desa Pagergunung Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung. Sekitar pukul 22.00 WIB, pendaki melaporkan bahwa mereka butuh bantuan untuk penanganan hipotermia dan kaki terkilir. “Setelah mendapat laporan tersebut, kami langsung mengirimkan 10 petugas lapangan. Mereka juga dibantu tim gabungan basecamp Palpag,” ucap Gito, Minggu (5/8).

Berdasarkan evakuasi yang dilakukan petugas gabungan dari BPBD, SAR Kabupaten Temanggung dan basecamp Palpag, Nadia berhasil dievakuasi dan tiba di basecamp Cepit pada Minggu (5/8) sekitar pukul 09.30 WIB. Sedangkan Fauzan tiba di basecamp pukul 10.15 WIB.

“Hipotermia merupakan kondisi mekanisme tubuh kesulitan untuk mengatasi tekanan suhu dingin. Setelah berhasil dievakuasi, kedua korban langsung mendapat penanganan medis,” terangnya. (san/ton)