Kearifan Lokal Tangkal Radikalisme-Terorisme

287

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Pencegahan gerakan radikalisme-terorisme harus dilakukan secara humanis atau tidak dengan tindakan represif. Selain itu, melalui discourse counter terhadap narasi-narasi kebencian dan jihad yang keliru.

Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jateng, Budiyanto menyebutkan bahwa pencegahan teroris dapat dilakukan melalui kearifan lokal. Hal ini sesuai dengan kondisi Jateng sebagai provinsi yang ramah dan kondusif. ”Dengan cara ini, diharapkan Jateng bisa menjadi role model pencegahan radikalisme-terorisme di Indonesia,” ujar Budi dalam Focus Group Discussion (FGD) merespon krisis ideologi kebangsaan di Jawa Tengah.

Syamsul Ma’arif, ketua divisi riset dan publikasi FKPT Jateng menjelaskan bahwa kearifan lokal merupakan pemikiran dan tindakan paling efektif untuk melawan radikalisme-terorisme. Sebab, kearifan lokal Indonesia mengajarkan untuk hidup dengan ramah tanpa adanya kekerasan. “Kami harus kembali memahami dan mengamalkan tradisi dan kearifan lokal bangsa Indonesia ini,” tegasnya.

Senada, peneliti Balitbang Agama Semarang, Samidi Khalim mengungkapkan bahwa kearifan lokal masyarakat Jateng yang beragam harus dilestarikan dan kembali dibudayakan, seperti upacara-upacara adat tradisional, serat-serat filsafat Jawa hingga cerita pewayangan. Ia menyebutkan, di dalam kearifan lokal tersebut termuat nilai-nilai dan ajaran yang luhur serta bertentangan dengan doktrin radikalisme-terorisme. “Kita harus menanamkan agar masyarakat Indonesia tidak hilang Indonesianya,” ujarnya. (sga/ida)