Dana Pembangunan Pasar Banjarsari Rp 150 M

982
MERINGANKAN BEBAN- Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz saat melakukan pentasarufan dana Baznas kepada 258 pedagang Pasar Banjasari di gedung Baznas Kota Pekalongan, Senin (6/8/2018). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan saat ini masih berupaya keras menggali dana untuk pembangunan kembali pasar baru, pascaterbakar hebat beberapa waktu lalu. Anggaran yang ditetapkan untuk pembangunan Pasar Banjarsari tersebut Rp150 miliar.

“Semua anggaran pembanguan Pasar Banjarsari senilai Rp150 miliar. Semua diambilkan dari uang negara meskipun banyak investor yang menawarkan bantuan. Sehingga nantinya para pedagang tidak dipungut biaya. Adapun DED masih dalam tahap pengerjaan. Mudah-mudahan bisa segera,” ujar Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz saat pentasarufan zakat kepada pedagang Banjasari di gedung Baznas Kota Pekalongan, Senin (6/8/2018).

Dijelaskan, dalam penganggaran tersebut Pemkot sudah menyiapkan dana sebesar Rp 20 miliar dalam anggaran APBD 2019. Sedangkan kekurangannya, Pemkot meminta bantuan Rp 50 miliar kepada pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan sisanya Rp 70 miliar meminta anggaran kepada pemerintah pusat.

Sementara itu dalam pentasarufan dana Baznas, diberikan kepada 258 pedagang korban kebakaran Pasar Banjarsari. Mereka dipilih oleh para pedagang sendiri, dengan kriteria pedagang miskin dan ghorim. Dari dana yang terkumpul sekitar Rp 200 juta. Tiap pedagang mendapatkan bantuan sebesar Rp 650 ribu.

“Kami tidak memilih sendiri orang yang diberikan zakat, tetapi pilihan pada perdagang sendiri,“ ungkap Imam Suraji Ketua Baznas Kota Pekalongan.

Dijelaskan lebih lanjut, dana yang terkumpul tersebut berasal dari zakat ASN Kota Pekalongan. Dana tersebut biasanya disalurkan untuk beasiswa pendidikan, akan tetapi kali ini akan diberikan kepada para pedagang yang terdampak kebakaran.

“Uang itu, diharapkan dapat meringankan beban mereka. Bantuan dapat digunakan untuk menambah modal ataupun menyempurnakan lapak sementara yang disediakan pemerintah, atau untuk keperluan lain yang terkait,” jelasnya.

Salah satu penerima zakat, Rita mengungkapan, bantuan yang didapat akan digunakan untuk mengembalikan modal berdagang. Ia berharap, Pasar Banjarsari agar segera dibangun.

“Semoga pasar yang akan dibangun bisa teratur, baik akses jalan, parkir, maupun penataannya karena banyak masyarakat yang mengeluh terhadap pasar darurat,” harap Rita. (han/lis)