Bupati Buka Peluang Pasar Batik ke Rusia

612
PRODUK KHAS : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyerahkan  Batik Pekalongan kepada General Director the State Museum of Oriental Arts, Moscow, Profesor A. Sedov. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
PRODUK KHAS : Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, menyerahkan  Batik Pekalongan kepada General Director the State Museum of Oriental Arts, Moscow, Profesor A. Sedov. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mendapat kehormatan untuk menyerahkan batik Pekalongan untuk menjadi salah satu koleksi di The State Museum of Oriental Art, Moscow.

Moment membanggakan tersebut dilakukan di sela acara Festival Indonesia ke 3 yang diselenggarakan di Krasnaya Presnya, Moscow. Dalam kesempatan tersebut bupati menyempatkan diri berkeliling di taman seluas 16,5 hektare tersebut.

Diketahui, The State Museum of Oriental Art, Moscow, merupakan satu-satunya museum di Rusia yang mengoleksi, melestarikan, meneliti, dan mempromosikan benda-benda seni yang berasal dari negara-negara di Asia.

Secara simbolis batik tersebut diserahkan kepada General Director the State Museum of Oriental Arts, Moscow, Profesor A. Sedov.

Bupati mengungkapkan bahwa penyerahan batik Pekalongan sebagai bentuk diplomasi budaya dan ekonomi dalam lingkup internasional, yang dilakukan kepada Pemerintah Kota Moscow yang diwakili Kepala Deputi Departemen Ekonomi Eksternal dan Kerjasama Internasional, Ilya Kuzmin.

“Festival Indonesia ke 3 di Moscow adalah ajang sebagai promosi batik Pekalongan. Serta sebagai pintu masuk internasionalisasi batik Pekalongan, yang pada akhirnya akan mampu mengangkat produk-produk lokal dan berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pekalongan,” ungkap bupati.

Asip juga mengatakan, di tengah ketatnya persangaingan perdagangan batik di tanah air, maka perlu adanya terobosan baru dalam mempromosikan batik, termasuk ke Festival Indonesia di Moscow, hal itu dilakukan untuk membuat pasar baru di luar negeri.

Menurutnya dengan mengikuti Festival Indonesia, maka peluang pasar baru batik Pekalongan di luar negeri, khususnya Rusia terbuka lebar, terlebih banyaknya pengusaha dan desainer dari beberapa manca negara yang mengikuti Festival Indonesia, sangat tertarik dengan batik Pekalongan.

“Kami berharap dengan dipromosikan batik Pekalongan di Festival Indonesia di Moscow ini, bisa ditindaklanjuti oleh para pengusaha batik yang ada di Pekalongan, dengan membuat batik tulis Pekalongan yang lebih bagus, melakukan kerjasama dengan desainer yang berada di luar negeri, termasuk di Rusia ini,” harap bupati. (thd/zal)