16 % Lahan Belum Dibebaskan

246

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Persoalan pembebasan lahan masih menjadi PR besar bagi tim pelaksana pembangunan jalan Tol Semarang-Batang. Pasalnya, dari area Semarang, Kendal hingga Batang masih menyisakan 16 persen lahan yang masih terkendala pembebasannya.

Direktur Utama PT Jasamarga Semarang Batang (JSB) Arie Irianto mengatakan, tim pembebasan lahan baru mampu menyelesaikan 84 persen. Sisanya 16 persn terkendala lahan fasilitas umum dan fasilitas sosial. Seperti tempat pemakaman umum (TPU), masjid, madrasah dan sekolah.

Meski masih menuai kendala pemnebasan lahan, PT JSB yakin pembangunan tol Semarang-Batang bisa selesai sesuai kontrak kerja. Yakni selesai 25 September 2018 mendatang. “Pembangunan fisik tol saat ini sudah mencapai 87,89 persen,” katanya, kemarin.

Diharapkan akhir 2018 sudah bisa dioperasikan. Makanya ia berharap tim pembebasan lahan bisa menyelesaikan targetnya hingga akhir Agustus ini. Sehingga pekerjaan pembangunan bisa terus dilakukan. “September selesai, selanjutnya dilakukan uji kelayakan operasi pada November dan Desember bisa dioperasionalkan,” tambahnya

Ia sangat berharap bantuan warga yang lahannya belum terbebaskan untuk tidak mempersulit proses pengadaan tanah. Sehingga pembangunan jalan tol bisa cepat terselesaikan. “Kendalanya cuma di pembebasan lahan, untuk lainnya, tidak ada,” tambahnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Batang-Semarang, Tendi Hardianto mengeklaim, pengadaan lahan di Kendal sudah sepenuhnya selesai. Sebanyak 4.162 bidang lahan dengan luas 276 hektare yang dibutuhkan sudah berhasil dibebaskan oleh tim pengadaan tanah.

Pembebasan lahan tol di Kendal melintasi 27 desa yang tersebar di delapan kecamatan. Total nilai ganti rugi yang dibayarkan mencapai Rp 1,6 triliun. “Sekitar 200 bidang lahan, uang ganti rugi sudah dititipkan ke PN Kendal, tetapi belum diambil pemiliknya,” katanya.

Belum diambilnya uang ganti rugi, menurutnya, lantaran pemilik lahan merasa belum puas dengan nilai ganti rugi diputuskan pengadilan. “Namun hal itu bukan lagi kewenangan kami,” tuturnya.

Ia menjelaskan, ruas tol Batang-Semarang di Kendal memiliki panjang 27,8 kilometer. Saat ini hanya menyisakan satu masjid di Desa Rawabranten, Kecamatan Ringinarum yang belum dibongkar. Lahan pengganti untuk masjid sudah disiapkan, tetapi belum terjadi kesepakatan harga pengganti bangunan antara PPK dengan panitia masjid. (bud/ton)