Oleh : Dwi Puji Muhayatun SKom
Oleh : Dwi Puji Muhayatun SKom

RADARSEMARANG.COM – INDONESIA adalah negara dengan pesona kekayaan alam dan budaya yang mampu memberi nilai lebih yang tidak dimiliki oleh negara-negara lain. Hampir semua daerah, memiliki potensi wisata dan budaya yang masing-masing dikembangkan sesuai dengan potensi sumber daya alam setempat. Tiap daerah di Indonesia mempunyai keunggulan lokal yang berbeda-beda, sehingga bisa ditingkatkan dengan adanya bimbingan dan penyuluhan dari dinas terkait.

Keunggulan lokal adalah hasil bumi, kreasi seni, tradisi, budaya, pelayanan, jasa, sumber daya alam, sumber daya manusia atau lainnya yang menjadi keunggulan suatu daerah (Dedidwitagama, 2007). Keunggulan lokal tersebut sangat dipengaruhi oleh beberapa potensi, yaitu Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM), geografis, budaya dan historis. 1) Potensi Sumber Daya Alam adalah potensi yang terkandung dalam bumi, air, dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk berbagai kepentingan hidup. 2) Potensi sumber Daya Manusia didefinisikan sebagai manusia dengan segenap potensi yang dimilikinya yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan untuk menjadi makhluk social yang adaptif dan transformatif dan mampu mendayagunakan potensi alam disekitasrnya secara seimbang dan berkesinambungan (Wikipedia, 2006). 3) Potensi Geografis antara lain meliputi objek formal dan objek material. 4) budaya adalah sikap, sedangkan sumber sikap adalah kebudayaan. 5) Potensi historis merupakan potensi sejarah dalam bentuk peninggalan benda-benda purbakala maupun tradisi yang masih dilestarikan,

Hal mendasar yang harus ditingkatkan adalah dari faktor Sumber Daya Manusianya terlebih dahulu, sehingga mampu mendongkrak potensi-potensi yang lain. Dengan Sumber Daya Manusia yang handal tentunya akan sangat mudah membantu terwujudnya peningkatan mutu baik wisata, produk, budaya, dan kehidupan masyarakatnya. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan keunggulan lokal yaitu dengan adanya mata pelajaran Prakarya.

Dalam kurikulum 2013 ini di jenjang SMP terdapat mata pelajaran prakarya sehingga mampu membekali peserta didik dalam menghasilkan suatu karya sebagai pendukung peningkatan potensi keunggulan lokal. Lingkup materi pelajaran prakarya disesuaikan dengan potensi sekolah. Diharapkan peserta didik mampu memahami alasan mengapa harus ada prakarya, kemudian tidak lupa tentang manfaat atau dampak positif bagi daerahnya.

Pada pelaksanaan pelajaran prakarya , peserta didik diajak mengembangkan seluruh ide dan kreativitasnya. Diawali dengan pemahaman bahwa mereka harus mampu menghasilkan karya yang bermutu, maka harus diajarkan tentang penggunaan bahan, proses pembuatan, dan peralatan tertentu. Pemilihan bahan disesuaikan dengan potensi daerah setempat. Sekiranya bahan apa yang mampu dijadikan sebuah produk yang mempunyai ciri khas dan bernilai jual tinggi. Tentunya untuk proses pembuatan harus dilengkapi dengan peralatan yang memadahi dan pengetahuan tentang cara menggunakannya. Agar dalam prakteknya mampu menghasilkan produk sesuai yang diinginkan maka harus dibarengi dengan kemauan yang keras, rasa senang, dan penuh kreativitas sehingga mampu menghasilkan produk yang bernilai jual. Namun faktor pendukung yang tidak kalah penting adalah tetap dibutuhkannya bimbingan dari ahli kerajinan (baik guru, ataupun mitra sekolah yang bekerjasama di bidang kerajinan) dalam pengawasan pembuatan produk demi terciptamya hasil yang maksimal. Dan penyaluran produk ke pedagang, atau instansi yang menangani agar dapat dipasarkan lebih luas.

Setelah peserta didik mampu memilih bahan, menggunakan peralatan, dan membuat sebuah produk kerajinan. Dapat disimpulkan bahwa dengan adanya mata pelajaran Prakarya yang diterapkan di tingkat SMP, diharapkan mampu menggugah semangat dalam mengembangkan keunggulan lokal yang pada akhirnya menjadi ciri khas suatu daerah dan yang pasti berdampak pada perkembangan perekonomian masyarakat sekitar di daerah tersebut. (igi2/ida)

Guru SMP Negeri 3 Salatiga