DOA UNTUK BANGSA : Umat Tri Dharma mendoakan Indonesia agar aman dan damai pada perayaan HUT Dewa Keadilan, Sabtu (4/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DOA UNTUK BANGSA : Umat Tri Dharma mendoakan Indonesia agar aman dan damai pada perayaan HUT Dewa Keadilan, Sabtu (4/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Ratusan umat TITD Kelenteng Kwan Sing Bio, di Jalan Tanggul Mas Raya 9 Semarang, melakukan ritual Jut Bio menuju Kelenteng Besar Tay Kak Sie dalam perayaan HUT Dewa Namo Cia Lan Phu Sa atau Dewa Keadilan dan Kejujuran. Ritual yang dilakukan dengan berjalan kaki tersebut baru kali pertama.

“Biasanya Jut Bio hanya di lingkungan Tanah Mas. Tapi kali ini, sengaja keluar menuju Kelenteng Besar Tay Kak Sie Jalan Gang Pinggir Semarang,” kata Ketua Panitia Jut Bio, Danu Wiwoho, kemarin.

Dalam melakukan arak-arakan dari Kelenteng Kwan Sing Bio menuju Kelenteng Besar Tay Kak Sie, beberapa pejimsin sengaja mengenakan pakaian khas Jawa berupa blankon yang dibarengi beberapa atraksi kesenian mulai dari Kuda Lumping, Barongsai sampai dengan permainan Liong.

“Mereka berjalan beriringan mulai dari Jalan Kokrosono, Jalan Pandanaran, Gajahmada, dan Jalan Kranggan. Dan sampai Simpanglima, umat berjalan memutar selama satu putaran,” imbuhnya.

Sesampainya di Kelentang Tay Kak Sie, rombongan diterima oleh Ketua Yayasan Kelenteng Besar Tay Kak Sie Tanto Hernawan beserta pengurus lainnya. Dijelaskan Danu, sebelum melakukan perjalanan menuju Kelenteng Besar Tay Kak Sie, umat sembayang yang dilanjutkan pembacaan parita suci yang dipimpin oleh Suhu The Tjoe Thwan dengan harapan agar Negara Indonesia menjadi aman dan tentram. “Meskipun tidak ada gejolak politik, kami umat dan pengurus berdoa agar negara Indonesia tetap aman, apalagi mendekati Pilpres dan Pileg,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Danu, sore hari masyarakat disuguhi hiburan tradisional seni Kuda Lumping dari Bandungan Kabupaten Semarang serta atraksi dari Grup Liong Samsi Naga Sakti Semarang di pelataran halaman Kelenteng Kwan Sing Bio. Puncak acara, pukul 21.00 dilaksanakan penyalaan api abdi atau Chuan Deng sebagai simbol penerangan umat agar dapat hidup menjadi lancar.

“Pada acara ritual tersebut, satu persatu umat membawa lilin kecil dengan replika teratai, berjalan satu persatu dari Altar Kelenteng menuju tempat panggung dan menyulut api lilin yang telah didoakan bersama yang dipimpin oleh Suhu Prajito Thjia. (hid/ida)