Merangsang Kompetensi Berbicara Bahasa Inggris Siswa dengan Metode Tebak Gambar

387
Oleh: Uswatun Hasanah
Oleh: Uswatun Hasanah

RADARSEMARANG.COM – Mempelajari Bahasa Inggris sebagai bahasa asing bagi siswa siswi Indonesia tentu tidaklah mudah. Di sekolah sering dijumpai nilai mata pelajaran Bahasa Inggris yang rendah. Kalaupun ada siswa yang mendapatkan nilai tinggi, itu bisa dihitung dengan jari.

Dalam Bahasa Inggris ada empat kompetensi yang harus dikuasai siswa. Yaitu kompetensi membaca, menulis, mendengar dan berbicara. Kompetensi berbicara sering menjadi persoalan yang sifatnya khusus karena ada banyak faktor yang mendorong orang untuk bisa berbicara. Antara lain faktor penguasaan kosa kata, kemampuan menyusun kata-kata, keberanian mengungkapkan maksud hati, adanya lawan bicara, penggunaan struktur kalimat yang baik dan benar, pengucapan huruf-huruf yang benar. Penggunaan bahasa yang dilakukan secara terus menerus, baik di dalam maupun di luar kelas, sangat mendukung tercapainya penguasaan kompetensi berbicara siswa.

Dalam rangka merangsang siswa untuk mau berbicara Bahasa inggris, maka penulis mencoba menerapkan strategi tebak gambar. Strategi tebak gambar dimaksudkan untuk merangsang siswa bertanya tentang ciri-ciri gambar yang akan ditebak. Siswa akan menggunakan pertanyaan yang diawali dengan to be. Misalnya “Is it big ?”, “Is it red ?”, “Can we eat the thing?”, “Can we use it to write?”, “Is it in the classroom?”. Siswa tidak diperkenankan bertanya menggunakan kata tanya What yang justru akan mengarah pada jawaban.

Pertanyaan yang diajukan adalah jenis-jenis pertanyaan yes no question, agar para siswa terangsang untuk membuat pertanyaan sebanyak-banyaknya. Bagi siswa yang mampu membuat banyak pertanyaan maka akan diberikan skor nilai khusus. Bagi siswa yang pertanyaannya lebih banyak dan benar maka dia akan mendapatkan skor nilai paling banyak, sedangkan siwa yang paling sedikit membuat pertanyaan maka akan memperoleh sedikit skor nilai. Meski demikian ada tuntutan dan kewajiban bagi siswa yang paling sedikit membuat pertanyaan atau bahkan tidak membuat pertanyaan sama sekali. Bila perlu diberikan denda atau sanksi tersendiri, hal ini dimaksudkan agar terjadi pemerataan kesempatan bagi semua siswa berbicara dan membuat pertanyaan dalam Bahasa Inggris meskipun sangat sederhana.

Adapun gambar yang kami gunakan biasanya gambar-gambar sederhana yang ada di dalam kelas. Misalnya gambar book, sharpener, eraser, table, atau bisa juga gambar hewan, cat, crocodile, dog, fish dll. Namun sebelum metode ini diterapkan, siswa hendaknya dibekali dengan materi cara membuat pertanyaan dalam Bahasa Inggris menggunakan to be, menggunakan auxuliary verb, menggunakan do atau does dan juga bekal kosa kata secukupnya.

Metode ini sangat cocok diterapkan untuk kelas yang kecil dengan jumlah siswa maksimal 20 orang sehingga guru akan lebih mudah melakukan kontrol terhadap aktivitas siswa. Kelebihan dari metode ni adalah, pertama, merangsang siswa untuk berbicara Bahasa Inggris. Kedua, mempraktikkan kosakata Bahasa Inggris yang dimiliki siswa tanpa harus menghapalnya. Ketiga, merangsang keberanian anak untuk bertanya dalam Bahasa Inggris sehingga tidak malu bahkan takut untuk berbicara Bahasa Inggris. Keempat, terciptanya kerjasama dalam belajar.

Metode ini bisa diterapkan untuk segala usia, tinggal menyesuaikan kemampuan kosakata yang dimiliki siswa. Untuk tingkat dasar mungkin gambar yang harus ditebak adalah gambar yang sederhana sedangkan untuk tingkat yang lebih tinggi maka gambar yang digunakan adalah gambar yang lebih complicated sehingga pertanyaan yang diajukan pun juga makin sulit sesuai kemampuan kosakata yang lebih baik. Demikian salah satu cara penulis dalam upaya meningkatkan kompetensi berbicara siswa, meskipun hasilnya belum maksimal setidaknya kita sudah mencoba. Selamat mencoba. (igi2)

Guru SMP Negeri 1 Kalinyamatan, Jepara