Lini Tengah Minim Kreativitas

1214
KURANG MAKSIMAL: Peran M Yunus kurang maksimal di babak pertama sehingga digantikan pemain anyar Nerius Alom. (ALIT BINAWAN/JAWA POS RADAR BALI)
KURANG MAKSIMAL: Peran M Yunus kurang maksimal di babak pertama sehingga digantikan pemain anyar Nerius Alom. (ALIT BINAWAN/JAWA POS RADAR BALI)

RADARSEMARANG.COM – KEKALAHAN 2-0 atas Bali Uneted menjadi alarm tanda bahaya bagi tim PSIS Semarang untuk segera berbenah dan bangkit di laga selanjutnya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Moch Soebroto Magelang 13 Agustus mendatang.

Kinerja lini tengah dan sayap menjadi perhatian di laga versus Bali United kemarin. Tim berjuluk Mahesa Jenar seperti kehilangan ruh permainan mereka. Trio Ibrahim Conteh, M Yunus dan Bayu Nugroho gagal menguasai lini tengah.

“Kami cukup kecewa dengan permainan PSIS yang justru menurun jauh di pertandingan lawan Bali United. Saya kira memang ada yang tidak beres. Kelemahan di lini tengah harus segera dibenahi tim pelatih sebelum menghadapi Bhayangkara,” kata CEO PT Mahesa Jenar Semarang, AS Sukawijaya.

Selain di lini tengah, Mahesa Jenar juga minim kreativitas di sektor sayap. Winger Komarudin kemarin tampil dibawah form terbaiknya. Pemain ernomor punggung 10 itu menyia-nyiakan beberapa peluang di lini pertahanan Bali.

Kemudian dua full back yaitu Safrudin Tahar dan Akbar Riansyah juga tampil mengecewakan. Di babak kedua bahkan Akbar yang menggantikan tempat Frendi Saputra menjadi titik lemah PSIS sehingga terus digempur oleh skema serangan Bali United.

“Kita terus lakukan evaluasi dari pertandingan ke pertandingan. Lawan Bhayangkara harus lebih baik karena kami tidak ingin kehilangan poin kandang,” pungkas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu. (bas)