Demak Expo Sedot Ribuan Pengunjung

219
MERIAH : Festival Rebana turut memeriahkan gelaran Demak Expo 2018 di halaman Stadion Pancasila. (Wahib pribadi/radar semarang)
MERIAH : Festival Rebana turut memeriahkan gelaran Demak Expo 2018 di halaman Stadion Pancasila. (Wahib pribadi/radar semarang)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Demak Expo yang digelar Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Demak selama 2-5 Agustus 2018 mampu menyedot ribuan pengunjung. Warga dari berbagai lapisan berbondong bondong ke arena pameran di halaman Stadion Pancasila, Jalan Sultan Hadiwijaya, Kota Demak.

Selain tertarik dengan berbagai produk lokal yang dipamerkan masing-masing stan, masyarakat juga terhibur dengan berbagai lomba. Festival rebana pelajar menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Dengan lomba tersebut, kalangan muda dapat berkompetisi sekaligus menunjukkan kemampuan mereka dalam dunia seni bernuansa Islami.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM, Dra Siti Zuarin MM mengatakan, pentas seni menjadi bagian dari upaya untuk memeriahkan Demak Expo tersebut. “Kita bekerjasama dengan pihak atau stakeholder untuk turut menyukseskan kegiatan dalam rangka Hari Koperasi ini. Dengan demikian, tujuan kita untuk mengenalkan produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dapat tercapai,” katanya.

Di Demak tercatat ada 649 koperasi dan ribuan UKM. Dari jumlah koperasi itu, 538 unit koperasi dalam kondisi masih aktif berkegiatan dan 111 unit lainnya tergolong tidak aktif. “Kita terus melakukan pembinaan. Misalnya, dengan pelatihan, sarasehan, pemberian penghargaan dan penilaian,” kata Zuarin.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jateng, Ema Rachmawati mengapresiasi kegiatan Demak Expo yang dilaksanakan Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Pemkab Demak tersebut. Menurutnya, potensi ekonomi yang dijalankan koperasi maupun UMKM di daerah sangat besar. Karena itu, para pelaku usaha kecil tersebut perlu terus didorong oleh pemerintah daerah masing masing agar mampu tumbuh dan berkembang.

“Di Jateng ini banyak koperasi dan UMKM. Aset dan omzetnya pun lumayan besar. Aset koperasi saja bisa mencapai sekitar Rp 600 miliar dengan omzet sekitar Rp 400 miliar. Ribuan pekerja pun dapat terserap. Rata rata usaha tersebut mempekerjakan dua orang,” katanya.

Ema menambahkan, untuk mengembangkan koperasi dan UKM dibutuhkan sinergitas berbagai pihak, termasuk dengan BUMN. “Banyak sekali BUMN yang melakukan kemitraan dengan para pelaku usaha kecil mikro ini. Dengan model kemitraan tersebut, UKM dapat berkembang dengan baik dengan pemberian modal yang cukup,” ujarnya. (hib/sct/ton)