Oleh : Inayah SPt
Oleh : Inayah SPt

RADARSEMARANG.COM – Membahas pelajaran matematika, pastinya sebagian besar siswa akan mengatakan sulit, sukar, membosankan, dan kata-kata bernada negatif lainnnya sehingga semakin memunculkan kesan horor dan menyeramkan pada mata pelajaran tersebut. Kesan yang negatif pada matematika akan menimbulkan sugesti negatif pula yang berpengaruh pada otak untuk melakukan penolakan terhadap matematika. Jika dibiarkan, maka akan memunculkan rasa keengganan dan kemalasan dalam melakukan atau menerima materi matematika tersebut.

Siswa harus diajak dengan cara yang menyenangkan dalam mempelajari materi yang dimaksud. Guru pun harus cerdas dan cermat dalam mengemas pembelajaran menjadi kegiatan menarik dan menyenangkan, baik melalui pengalaman langsung (real experience) ataupun penemuan terbimbing (inkuiri) atau menggunakan kedua-duanya.

Salah satu materi yang dianggap sulit oleh siswa materi bola, terutama pada rumus luas dan volume bola. Siswa cenderung lupa dalam aplikasi rumus pada soal. Mereka sering mengalami kebingungan dalam menggunakan rumus luas dan volume bola. Pada banyak kasus, ada beberapa siswa yang masih tidak mengerti perbedaan rumus luas dan keliling bola. Kemungkinan hal ini terjadi karena siswa sejak awal tidak diajarkan mengenai asal muasal rumus tersebut sehingga mereka hanya menghafalkan rumus bukan memahami rumus.

Oleh karena itu, diperlukan pengalaman langsung dalam kegiatan pembelajaran sehingga pengalaman tersebut akan tersimpan dalam memori jangka panjang siswa. Salah satunya yang akan kita bahas adalah mencari volume bola dengan kulit buah.

Pada materi menemukan rumus luas bola menggunakan kulit buah yang kita gunakan adalah kulit buah jeruk. Sebenarnya bisa saja kita menggunakan kulit buah lainnya seperti semangka, kelengkeng ataupun apel, tetapi hasilnya kurang maksimal karena kulit buahnya yang cenderung basah dan bentuknya yang tidak terlalu bulat sempurna.

Adapun perlengkapan yang harus disiapkan adalah 4 buah jeruk ukuran sedang dengan 2 warna berbeda, papan dari kardus bekas, lem dan penggaris. Dalam mengajarkan materi ini, peserta didik sudah memahami terlebih dahulu materi prasyarat yaitu rumus luas lingkaran.

Kegiatan ini diawali dengan pembagian kelompok. Agar semua siswa terlibat aktif maka jumlah siswa dalam satu kelompok maksimal 4 orang sehingga 1 siswa dapat bereksperimen dengan 1 buah jeruk. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian petunjuk kerja. Pertama, siswa diminta menjiplak jeruk pada papan kardus yang telah disediakan, maka akan terbentuk lingkaran sebanyak 5 buah. Langkah kedua, kupaslah kulit jeruk tersebut secara hati-hati dan lekatkan menggunakan lem pada daerah lingkaran yang sudah dibuat sampai penuh sempurna. Dari beberapa percobaan yang dilakukan dalam satu kelompok, tampak bahwa sebagian besar satu kulit jeruk dapat menempati sempurna empat buah lingkaran. Meskipun ada beberapa siswa yang tidak berhasil menempatkan pada keempat lingkaran tersebut karena ketidakhati-hatian dalam mengupas kulit jeruk sehingga ada kulit jeruk yang tercecer dan sebagainya. Dari kegiatan tersebut dapat diketahui oleh siswa bahwa ternyata satu buah jeruk yang kita analogkan sebagai bola luasnya sama dengan empat kali luas lingkaran.

Berdasarkan kegiatan tersebut, siswa dapat memahami secara langsung bahwa asal muasal rumus luas bola diperoleh melalui pendekatan luas lingkaran. Rasa senang siswa saat melakukan kegiatan percobaan menimbulkan stimulus yang merangsang otak untuk lebih mengingat rumus tersebut dalam kalimat “luas bola sama dengan empat kali luas lingkaran” dibandingkan dengan menghafalkannya dalam rumusan Phi dikali r kuadrat. Semoga ini merupakan kegiatan pembelajaran yang menarik dan melibatkan pengalaman siswa secara langsung menggunakan alat bantu yang menyenangkan akan semakin banyak dikembangkan untuk lebih mudah memahamkan siswa pada materi-materi matematika selanjutnya. (kpig1/ton)

Guru Matematika MTs NU 02 Batang