Tingkatkan Kualitas SDM, Gelar Lomba Balita Sehat

357
BALITA SEHAT:  Ibu-Ibu dari Kecamatan Subah saat membawa balitanya dalam Lomba Balita Sehat, di Puskesma Subah, pada Jumat (3/8). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BALITA SEHAT:  Ibu-Ibu dari Kecamatan Subah saat membawa balitanya dalam Lomba Balita Sehat, di Puskesma Subah, pada Jumat (3/8). (LUTFI HANAFI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal dan  meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) warga Batang. Dinas Kesehatan Batang melalui  Puskemas Subah menggelar lomba balita sehat di wilayahnya.

Kepala Puskesmas Subah dr Ida Susilaksmi menyampaikan, kegiatan tersebut tidak lain untuk meningkatkan kembali kegiatan posyandu yang ada di desa dan puskesmas. Karena selama ini ada beberapa posyandu yang belum memenuhi standar jumlah keseluruhan balita.

“Tak hanya itu lewat lomba balita sehat ini harapannya dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan orang tua dalam membina tumbuh kembang balita secara optimal dan kegiatan posyandu lebih meningkat lagi kegiatannya,” paparnya saat ditemui di aula Puskesmas setempat.

Diterangkan lebih lanjut oleh Ida, dengan diadakan lomba ini harapannya dapat meningkatkan kesadaran dan kemandirian masyarakat di wilayah kerja Puskesmas subah dalam upaya pengembangan, pembinaan kesehatan, kesejahteraan balita dan juga angka stunting dapat di tekan lagi.

Diungkapan, di kecamatan Subah sendiri untuk kasus stunting terdapat 30 persen dari keseluruhan balita, namun stunting disini tidak diakibatkan oleh gizi buruk atau kekurangan gizi melainkan faktor genetik.

Dalam Lomba balita sehat tingkat Puskesmas Subah, setiap peserta dinilai berdasarkan keadaan anak yang meliputi, status imunisasi anak, status pengukuran panjang badan dan lainnya,  serta status kesehatannya.

Kedua, keadaan orang tua balita yang meliputi pendidikan, umur, alat kontrasepsi yang dipakai khususnya bagi ibu balita dan kelengkapan buku KIA dan KMS Ketiga, status balita untuk kesehatan gigi dan umum, dan tingkat perkembangan anak psikologi dan motorik si anak.

”Ada 17 peserta yang hadir dalam lomba balita tersebut yang masing – masing mewakili desanya, dan untuk pemenang lomba akan diikutsertakan di tingkat Kabupaten,” pungkasnya. (han/bas)