Produksi Turun, Kualitas Lebih Baik

210
SIAP PANEN : Salah satu petani di Desa Jragan Kecamatan Tembarak melakukan proses wiwil atau memetik ujung pohon untuk persiapan panen tembakau, Jumat (3/8). (Ahsan fauzi/radar kedu)
SIAP PANEN : Salah satu petani di Desa Jragan Kecamatan Tembarak melakukan proses wiwil atau memetik ujung pohon untuk persiapan panen tembakau, Jumat (3/8). (Ahsan fauzi/radar kedu)

RADARSEMARANG.COM, TEMANGGUNG – Petani tembakau di lereng Gunung Sumbing dan Sindoro pada awal Agustus ini mulai memasuki masa panen. Panen musim ini diperkirakan kurang maksimal disebabkan kurangnya air dalam masa pertumbuhanya. “Sejak masa tanam hanya ada hujan dua kali sehingga tanaman tembakau kekurangan air. Karena kurangnya air, menyebabkan pertumbuhanya kurang bagus,” ucap petani Desa Legoksari Kecamatan Tlogomulyo, Sutopo, Jumat (3/8).

Pria yang juga Kadus Lamuk Legok Desa Legoksari menerangkan, sudah ada sebagian petani yang mulai panen. Pekan depan diperkirakan sudah semakin banyak yang memetik daun tembakau. “Dari pengamatan saya, dari sisi produktivitas panen kali ini menurun, namun dari sisi kualitas lebih baik dari tahun sebelumnya,” terangnya.

Dijelaskan lebih lanjut olehnya, dua tahun terakhir, banyak petani yang gagal panen. “Untuk tahun ini ada harapan baik, petani bisa panen. Mudah-mudahan harga tembakau lebih bagus dari tahun lalu,” harapnya.

Saat ini harga tembakau petik hijau per kilogram berkisar Rp 40-50 ribu. Adapun petik kuning laku Rp 60 ribu per kilogram. Pada penen tahun lalu harga tertinggi tembakau hasil panen rata-rata Rp 85.000 per kilogram.

Waliman, 45, petani di wilayah Desa Jragan Kecamatan Tembarak mengaku, tanaman tembaku di ladang miliknya musim ini lebih bagus daripada 2 tahun terakhir ini. “Saya menanam lahan seluas 1,2 hektare dengan total 18 ribu pohon. Pertengahan Agustus ini dipastikan sudah bisa dipanen,” ucapnya. (san/ton)