Jalan Tembus Pluwang-Lengkong Siap Dibangun

191
HIBAH: Bupati Semarang Mundjirin menyalami warga desa Pasekan yang mengikuti program padat karya tunai 2018, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HIBAH: Bupati Semarang Mundjirin menyalami warga desa Pasekan yang mengikuti program padat karya tunai 2018, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Sebanyak 29 warga Desa Pasekan Kecamatan Ambarawa menghibahkan tanah miliknya untuk memperlancar pembangunan jalan tembus baru. Partisipasi aktif warga itu mempermudah pembangunan jalan tembus yang menghubungkan Dusun Pluwang dan Dusun Lengkong desa setempat.

Kepala Desa Pasekan, Juli, mengatakan total luas tanah yang diserahkan mencapai 2.400 meter persegi dengan perkiraan harga mencapai Rp 240 juta lebih. Panjang jalan yang dibangun mencapai 600 meter dengan lebar tiga meter dibiayai Dana Desa senilai Rp 118.733.500.

“Jalan baru itu mampu memperpendek jarak tempuh antar dusun sehingga memudahkan warga untuk menjual hasil bumi ke luar desa,” terang Juli usai peluncuran program padat karya Dana Desa 2018 di Dusun Pluwang, Pasekan, Jumat (3/8).

Diperkirakan jalan tembus baru itu akan selesai dalam waktu lima minggu dan melibatkan 50 orang warga desa Pasekan sebagai pekerja. Bupati Semarang Mundjirin yang hadir pada kesempatan itu menghargai peran serta aktif warga Pasekan guna meningkatkan kesejahteraan bersama. “Jalan tembus yang dibangun tersebut merupakan jalan baru yang melintasi tanah tegalan milik warga,” ujar Mundjirin.

Ditambahkan, sejak dimulainya penyaluran dana desa langsung ke pemerintah desa maka paradigma pembangunan di pedesaan mengalami perubahan. Sejak 2015, Pemerintah Desa dan warga dapat merencanakan pembangunan sesuai kebutuhannya. “Karenanya, partisipasi aktif warga termasuk usulan program pembangunan maupun swadaya berupa dana dan lainnya akan sangat mendukung keberhasilan pembangunan desa,” tuturnya.

Dikatakannya, sejak awal 2018 ini, pemerintah telah menetapkan penggunaan dana desa diarahkan terutama untuk kegiatan padat karya tunai. Selain infrastruktur, program padat karya itu juga dapat digunakan untuk sektor lain seperti pelayanan umum kepada masyarakat dan pemberian makanan tambahan.“Peluncuran program padat karya tunai dana desa kali ini, merupakan penggunaan dana desa pencairan tahap II,” katanya.

Sebelumnya, pada pencairan dana desa tahap I seluruh desa juga telah melaksanakan program yang sama. Adapun pencairan dana desa tahap II sebesar 40 persen dari total dana desa memang lebih besar dibandingkan tahap I yang hanya 20 persen. “Karenanya, Pemdes Pasekan mampu membiayai pembangunan jalan tembus baru ini dengan total dana lebih dari Rp 100 juta,” tuturnya. (ewb/bas)