Yudi Mardiana
Yudi Mardiana

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penunggak pajak di Kota Semarang mendapat angin segar dari Pemkot Semarang. Melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), pemkot akan menghapuskan denda PBB bagi wajib pajak (WP) yang memiliki tunggakan pajak selama lima tahun terakhir.

“Denda PBB mulai tahun 2013 sampai 2017 tidak akan diberlakukan. Jadi wajib pajak yang memiliki tunggakan PBB silahkan memanfaatkan kesempatan ini,” kata Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana, kemarin.

Menurut Yudi, kebijakan ini sangat meringankan wajib pajak. Sebab, jika tidak ada penghapusan denda, para penunggak pajak akan dikenakan sanksi denda dua persen setiap bulan.

Selain menghapus denda, Bapenda juga melakukan restitusi atau pengembalian pajak PBB yang memiliki Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp 130 juta. Sebab, kata Yudi, sesuai kebijakan, pemkot telah membebaskan pajak untuk NJOP di bawah Rp 130 juta. “Meski sudah disosialisasikan, namun kenyataannya masih ada wajib pajak yang membayar. Untuk itu kami berikan kesempatan kepada yang sudah bayar untuk mengambil restitusi,” kata Yudi.

Yudi membeber, jumlah WP yang bebas PBB sekitar 149 ribu. Sementara yang sudah membayar 2.955 (1,98 persen), dengan nilai pajak yang telah masuk khas daerah (kasda) Rp 220 juta. “Karena ini hak masyarakat kita kembalikan, lewat kelurahan masing-masing. Dan bisa diambil mulai tanggal 9 Agustus sampai 7 September, dengan menyerahkan Surat Setoran Pajak Daerah (SSPD) yang asli. Nanti akan kami ganti dengan SPPD nol,” terangnya.

Sementara terkait realisasi target PBB tahun 2018 ini, hingga kini masih menapai 46 persen atau sebesar Rp 157 miliar dari target Rp 346 miliar. “Warga Semarang termasuk taat dalam pembayaran pajak,” tandasnya.

Kabid Pajak Daerah I, Saryono menambahkan, pihaknya akan melakukan sistem jemput bola dan yustisi untuk meningkatkan capaian PBB. “Kami proaktif untuk mengejar target yang telah ditentukan ini. Kami jemput bola dan menggelar yustisi bagi wajib pajak yang belum membayar,” imbuhnya. (zal)