Nam Air Buka Rute Semarang-Karimunjawa

2438
RUTE BARU : Pesawat Nam Air jenis ATR 72-600 melakukan penerbangan perdana Semarang-Karimunjawa, Rabu (1/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUTE BARU : Pesawat Nam Air jenis ATR 72-600 melakukan penerbangan perdana Semarang-Karimunjawa, Rabu (1/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pesawat Nam Air melakukan penerbangan perdana Semarang-Karimun Jawa, Rabu (1/8) kemarin. Penerbangan reguler charter (sewa reguler) ini, dikelola oleh pihak manajemen Bandara Charter Flight bekerjasama dengan maskapai penerbangan Nam Air dengan menggunakan pesawat jenis ATR 72-600.

General Manager Bandara Charter Flight, Puti Nadhira mengatakan penerbangan perdana hanya membutuhkan waktu 30 menit, menampung 70 orang dari Semarang dan 50 orang dari Karimunjawa. “Namun untuk jadwal penerbangan reguler dilakukan seminggu tiga kali yakni Rabu, Jumat, dan Minggu. Berangkat dari Semarang pukul 14.40, dan dari Karimunjawa berangkat pukul 15.40. Tarif sekali jalan Rp 850 ribu,” katanya.

Pembukaan rute Semarang-Karimunjawa, katanya, sebagai upaya membangun pariwisata di Karimunjawa dengan memberikan alternatif transportasi bagi para wisatawan, masyarakat, maupun para investor. “Kami menggeat penumpang dengan cara mempromosikan penerbangan melalui media sosial, hotel, dan agen-agen wisata,” imbuhnya.

Distrik Manager Sriwijaya Group, Budi Sasongko mengatakan bahwa pembukaan rute Semarang-Karimunjawa sangat didukung oleh Kepala Bandara Dewandaru yang ingin mengembangkan pariwisata di Karimunjawa.

Kepala Bandara Dewandaru, Dodi Dharma Cahyadi menyatakan sudah berencana memperpanjang landasan dari yang semula 1200 meter menjadi 1400 meter. Rencana tersebut sudah disetujui oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI. Selain itu, pihaknya akan melakukan pelebaran terminal bandara menjadi 800 meter persegi, sehingga bisa menampung penumpang yang turun menggunakan pesawat ATR 72. “Selama ini, kami mengoperasikan maskapai penerbangan Airfast yang menggunakan pesawat perintis. Namun, jika sudah ada penerbangan komersial yang masuk, kami akan melepas penerbangan perintis,” katanya.

Dijelaskan, saat ini baru ada dua rute penerbangan, yakni Surabaya-Karimunjawa dan Semarang-Karimunjawa.

Salah seorang penumpang Leornado Kristanto, 29 dari Bali mengaku sering bolak-balik menuju Karimunjawa untuk urusan pekerjaan. Dengan adanya rute baru tersebut, dirinya terbantu. “Biasanya naik kapal. Tetapi dengan adanya pesawat jauh lebih cepat mencapai tujuan,” kata penumpang yang bekerja di unit pembangkit listrik ini.

Penumpang lain, Damien Maniere, 41, mengaku baru kali pertama berkunjung ke Karimunjawa menggunakan pesawat udara. “Dengan pesawat, bisa menikmati pemandangan dari atas,” kata pria asal Perancis ini. (hid/ida)