Bekali Anak Asuh, sebelum Tutup Sunan Kuning

575
TERANCAM DITUTUP: Diskusi bertema kesehatan di tengah sampah masyarakat yang digelar di Lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERANCAM DITUTUP: Diskusi bertema kesehatan di tengah sampah masyarakat yang digelar di Lokalisasi Sunan Kuning, kemarin. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COMSEMARANG – Rencana penutupan Resosialisasi Argorejo, Kalibanteng Kulon, Semarang oleh Pemerintah Kota Semarang masih terus dimatangkan. Para anak asuh lokalisasi yang terkenal dengan nama Sunan Kuning ini berharap sebelum benar-benar ditutup,  agar diberikan pembekalan keterampilan yang cukup untuk modal kelangsungan hidup ke depan.

Ketua Resosialisasi Sunan Kuning, Suwandi, mengatakan, untuk jumlah pekerja seks komersial (PSK) yang ada saat ini berjumlah 487 orang. Jumlah tersebut belum termasuk kepala keluarga  dari penghuni rumah. Meski begitu, pihaknya sangat menghormati rencana penutupan lokalisasi oleh pemerintah.

“Saya setuju penutupan itu.  Tapi sebelum dilakukan, agar anak asuh bisa dibekali dengan keterampilan. Sehingga dapat membantu untuk kelangsungan hidupnya,” katanya seusai diskusi dengan tema “Kesehatan di Tengah Sampah Masyarakat” yang digelar di Gedung Resosialisasi RW IV Kalibanteng Kulon, Kamis (2/8). Kegiatan ini diikuti sejumlah anak asuh dan anggota LSM .

Suwandi menambahkan, untuk mengentaskan para penghuni lokalisasi, saat ini telah dilakukan upaya pembekalan dasar mulai dari test kesehatan, pelatihan keterampilan, serta budaya menabung.

“Selama ini ada pelatihan keterampilan yang diikuti para oleh anak asuh. Selain itu, juga dengan membiasakan untuk menabung. Sehingga hasilnya dapat dinikmati sebagai modal kerja,” ujarnya.

Selain itu, untuk menjaga kesehatan anak asuh, seminggu sekali dilakukan screening kesehatannya yang dilakukan oleh petugas puskesmas setempat. Sehingga kesehatannya terjamin.  “Kalau ada anak asuh yang tidak mentaati peraturan tersebut, maka akan diberikan hukuman untuk tidak menempati lokasi ini. Ini aturan yang harus dipatuhi,” tegasnya.

Salah seorang PSK penghuni Sunan Kuning, Ella, mengaku, sebeum dilakukan penutupan oleh pemerintah, agar dapat diberikan pelatihan yang nantinya dapat digunakan sebagai modal  setelah keluar dari lokalisasi. “Harapannya melalui pelatihan itu bisa berguna setelah keluar dari lokalisasi ini,” harapnya.

Sebelumnya pernah diberitakan, rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau Lokalisasi Sunan Kuning kembali menguat. Dinas Sosial Kota Semarang menargetkan lokalisasi terbesar di Jateng ini bakal ditutup akhir 2018 ini. Hal itu menjadi desakan dari Kementerian Sosial yang menargetkan pada 2019 mendatang di setiap kabupaten/kota di Indonesia bebas dari praktik prostitusi. “Pemerintah Kota Semarang menargetkan Resosialisasi Argorejo dapat ditutup pada akhir 2018 ini,” kata Kepala Dinas Sosial Kota Semarang, Tommy Y Said belum lama ini.

Dia mengaku, telah melaksanakan tahapan-tahapan untuk menuju penutupan tersebut. Di antaranya, melakukan pelatihan-pelatihan wirausaha maupun keterampilan bagi para penghuni. “Kami minta semua pihak yang berkaitan dengan Argorejo bisa legowo,” ujarnya. (hid/aro)