UKSW Gelar Expo Kewirausahaan

172

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) menggelar Expo Kewirausahaan Mahasiswa Tahun 2018 di halaman parkir Rumah Noto, Selasa (31/8). Mengusung tema ‘Mengasah Entrepreneurial Skill Mahasiswa’, menjadi ajang pameran hasil karya atau produk mahasiswa untuk membangkitkan semangat  kewirausahaan.

Pelaksanaan kegiatan Expo Kewirausahaan  ini merupakan bagian dari penerapan model pembelajaran experiencetial entrepreneurships yaitu pengembangan kemampuan kewirausahaan mahasiswa berdasarkan pengalaman nyata di lapangan. “Selain itu, model pembelajaran kewirausahaan yang diterapkan di FEB UKSW juga dikaitkan dengan program pengabdian masyarakat dalam membantu pengembangan  UMKM di Salatiga,” tutur dosen pengampu matakuliah kewirausahaan, Lieli Suharti.

Lieli juga menyebut sebagian besar produk yang dijual dalam expo kewirausahaan mahasiswa ini merupakan produk dari UMKM mitra UKSW yang telah dipoles oleh mahasiswa melalui ide kreatif mereka baik dalam hal kualitas produk, penampilan produk maupun kemasan produk.

Expo yang diikuti oleh diikuti oleh 35 kelompok dengan jumlah total 250 orang mahasiswa ini dibuka oleh Pembantu Rektor V UKSW, Dr Suryasatriya Trihandaru. Dalam sambutannya, Suryasatriya mengapresiasi segala bentuk kegiatan mahasiswa yang juga bermanfaat bagi pengembangan masyarakat di Salatiga dan sekitarnya. “UKSW saat ini tengah berupaya untuk terus menggenjot hasil penelitian,publikasi serta pengabdian masyarakat. Segala hal yang bertujuan untuk membantu masyarakat, tentu pimpinan akan mendukung,” tegasnya.

Dalam expo kewirausahaan ini berbagai produk disajikan oleh mahasiswa seperti makanan dan minuman, pakaian, properti, hingga hasil daur ulang sampah plastik. Seperti salah satu stand yang mempromosikan batako berbahan dasar sampah plastik. Dituturkan Johanna salah seorang anggota kelompok bahwa kelompoknya melihat setiap harinya sangat banyak sampah plastik yang dihasilkan oleh mahasiswa.

“Ide awal sebenarnya kami ingin mengajak mahasiswa untuk nabung sampah. Setiap sampah yang dikumpulkan dan disetorkan pada kami akan ditukar denganhadiah. Kemudian kami coba menghimpun info dari internet ditambah tanya sana sini akhirnya kami memilih untuk mengolah sampah menjadi batako,” tuturnya. (sas/bas)