25.3 C
Semarang
Jumat, 13 Desember 2019

Tipu Sahabat, Istri Pilot Dijerat 2 Pasal

Must Read

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Nekat melakukan penipuan modus penjualan handphone fiktif terhadap sahabatnya sendiri bernama, Siti Kholifah alias Fafa, dengan kerugian mencapai Rp 229 juta, istri seorang pilot, sebuah maskapai penerbangan nasional, Mutiara Ayu Santara dijerat dua pasal sekaligus oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN).

Dalam berkas dakwaanya, JPU Rilke Dj Palar, menjerat terdakawa sebagaimana diatur  dan  diancam  pidana  pasal 378 KUHP, atau dakwaan kedua diancam  pidana  pasal 372 KUHP.

Perkara persidangan yang tercatat dengan nomor: 460/Pid.B/2018/PN Smg tersebut, JPU menyebutkan, terdakwa Mutiara pada 22 Januari  2018 sekitar pukul 20.00 WIB, bertempat di rumah kontrakan Fafa, yang terletak di Jalan Seteran Tengah, Kelurahan Miroto, Kecamatan Semarang Tengah. Awalnya terdakwa mempunyai hutang kepada Fafa sebesar Rp 57 juta.

Saat Fafa menagih terdakwa, ternyata terdakwa tidak mempunyai uang, kemudian terdakwa mengatakan kepada Fafa bahwa bisa mengganti hutang tersebut asalkan terdakwa dapat diberikan pinjaman uang lagi sebagai modal usaha membeli handphone pesanan dari temannya yang bernama David Hariston alias Uda Dave. Kemudian dijanjikan keuntungannya akan digunakan untuk membayar hutang terdakwa kepada Fafa sebesar Rp 57 juta.

“Atas iming-iming tersebut Fafa percaya untuk memberikan uang lagi dengan pertimbangan terdakwa akan mengembalikan uang pinjaman yang sebelumnya,” kata JPU, Rilke Dj Palar di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Manungku Prasetya didampingi dua hakim anggota, Pudji Widodo dan Andi Risa Jaya, Selasa (1/7) kemarin.

Singkat cerita, lanjut JPU, Fafa menanyakan melalui telepon kepada David Hariston dan dijelaskan oleh David bahwa dia tidak pernah memesan barang berupa handphone melalui Mutiara, melainkan terdakwalah yang datang menawarkan handphone kepada David.

“Akibat perbuatan terdakwa dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongannya, sehingga Fafa mengalami kerugian sebesar Rp 229 juta,”sebutnya.

Atas dakwaan tersebut, terdakwa yang merupakan warga Jalan Sono Keling A-3 , Keluraan Sukadamai Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat ini mengajukan eksepsi di persidangan. (jks/zal)

- Advertisement -
- Advertisement -

Latest News

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Rombak Kurikulum

Reformasi besar-besaran. Di bidang kurikulum pendidikan. Itulah instruksi Presiden Joko Widodo. Kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Kemarin. Kata 'reformasi' saja sudah sangat ekstrem. Apalagi...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -