Taat Pajak, 37 Desa Diberi Reward

244
BERI PENGHARGAAN: Bupati serahkan penghargaan kepada kades berprestasi pelunasan PBB tercepat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERI PENGHARGAAN: Bupati serahkan penghargaan kepada kades berprestasi pelunasan PBB tercepat, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Bupati Semarang Mundjirin memberikan penghargaan kepada 37 desa di delapan kecamatan yang mampu melunasi pajak bumi dan bangunan (PBB) terbaik tahun 2007. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Bupati kepada para Kepala Desa di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Rabu (1/8).

Mundjirin mengingatkan PBB menjadi salah satu pendapataan daerah yang penting guna membiayai kegiatan pembangunan dan pemerintahan. Sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat. Dikatakannya, kontribusi PAD ke APBD mengalami peningkatan yang baik dalam kurun waktu lima tahun terakhir. “Karenanya, upaya peningkatannya harus terus diperjuangkan,” kata Mundjirin.

Data yang ada di Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang, pada 2014 kontribusi PAD atas APBD mencapai angka 16,32 persen dan meningkat menjadi 19,54 persen.

Pencapaian tersebut menurut Mundjirin tidak lepas dari kerja keras semua pemangku kepentingan termasuk kerja keras para kepala desa yang terus menggugah kesadaran warga membayar PBB.

Pemberian penghargaan kepada desa pelunas PBB terbaik tahun 2017 itu, merupakan bentuk perhatian Pemkab Semarang yang berimplementasi berat. Dimana tuntutan meningkatkan prestasi kinerja yang lebih baik di masa mendatang.

Desa penerima penghargaan pelunasan PBB tercepat dengan baku diatas Rp 100 juta adalah Desa Rembes dan Truko Kecamatan Bringin. Sedangkan penghargaan untuk desa dengan baku dibawah Rp 100 juta adalah Desa Siwal Kecamatan Kaliwungu.

Kemudian Desa Ngasinan (Susukan) dan Kwarasan (Jambu). Selain itu juga diserahkan penghargaan untuk 31 desa yang mencapai pelunasan PBB sebelum jatuh tempo tanggal 30 September 2017.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKUD) Kabupaten Semarang Abdullah Masykur menjelaskan realisasi pendapatan daerah di 2017 seluruhnya melebih target yang ditetapkan. Dimana realisasi pendapatan asli daerah mencapai Rp 417.417.848.831 atau 114,77 persen dari target yang ditentukan. “Sedangkan realisasi pajak daerah Rp 168.523.225.446 (121,47 persen) dan realisasi Pajak Bumi dan Bangunan tercatat Rp 37.381.129.207 (109,80 persen),” kata Masykur.

Sementara hingga akhir bulan pertama semester II tahun 2018, realisasi PAD baru tercapai 45 persen, realisasi pajak daerah 82 persen dan realisasi PBB sebesar 27,72 persen. “Harapannya seluruh target dapat terpenuhi sehingga diperlukan kerja keras semua pihak terkait. Penghargaan yang diberikan kali ini juga bertujuan untuk memacu semangat dan kinerja para pelaksana,” katanya. (ewb/bas)