Selamatkan Warga, Lemparkan Pelampung

154
CEPAT TANGGAP : BPBD bersama perwakilan kelurahan di Kecamatan Semarang Utara dibantu warga melakukan simulasi Cepat dan Tanggap dalam Penanganan Bencana, di Tambak Lorok Semarang Utara, Rabu (1/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEPAT TANGGAP : BPBD bersama perwakilan kelurahan di Kecamatan Semarang Utara dibantu warga melakukan simulasi Cepat dan Tanggap dalam Penanganan Bencana, di Tambak Lorok Semarang Utara, Rabu (1/8) kemarin. (M NUR WAHIDI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Puluhan warga di wilayah Kelurahan Tanjung Emas Semarang terjebak banjir akibat luapan air laut pasang. Sontak, warga lainnya bahu membahu saling membantu menyelamatkan warga dengan melemparkan pelampung. Sedangkan lainnya, mempersiapkan pembuatan tandu yang digunakan untuk mengusung warga yang menderita sakit atau tidak bisa berjalan.

Itulah simulasi yang diinisiasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang dengan melibatkan perwakilan kelurahan di wilayah Kecamatan Semarang Utara dan kelurahan lain yang rawan longsor atau wilayah yang sering terkena bencana. Simulasi tersebut dilaksanakan di Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Rabu (1/8) kemarin.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak pukul 09.30 tersebut, menarik perhatian warga. Mereka tak hanya menyaksikan, tapi juga ikut membantu menyelamatkan warga ke rumah apung, Tambak Lorok, Kelurahan Tanjung Emas, Kecamatan Semarang Utara.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir. Dengan begitu, warga akan cepat tanggap untuk melakukan penyelamatan,” kata Kasi Kesiapsiagaan BPBD Kota Semarang, Maryoto seusai melakukan simulasi tersebut.

Menurutnya, peserta simulasi berjumlah 18 orang yang merupakan perwakilan dari 9 kelurahan di lingkungan Kecamatan Semarang Utara yang masing-masing mengirimkan dua. Ditambah warga setempat dan petugas BPBD Kota Semarang.

Maryoto mengaku dengan mengadakan simulasi, warga semakin cepat tanggap dalam berbagai peristiwa. Tidak hanya saat banjir atau longsor, tetapi bencana lainnya. Memang untuk Kelurahan Tanjung Emas ini kerap terjadi banjir, berbeda dengan bencana di daerah lain. “Dengan adanya pelatihan ini, menjadikan warga cepat tanggap,” paparnya. (hid/ida)