Oleh: Siti Nur Janah  
Oleh: Siti Nur Janah  

RADARSEMARANG.COM – MASA Orientasi Siswa atau sekarang bernama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan kegiatan yang umum dilakukan setiap awal tahun ajaran guna menyambut kedatangan para peserta didik baru. Masa orientasi biasa dijumpai di tingkat SMP dan SMA. MPLS dilaksanakan oleh kelompok siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dengan guru sebagai pengawas dan pemantau dari kegiatan.

MPLS bertujuan untuk mengenalkan almamater pada peserta didik baru. Selain untuk memperkenalkan almamater serta melatih mental para peserta. Namun tujuan itu sering disalahgunakan para senior dengan motif perpeloncoan yang jauh dari kata mendidik. Mengapa dikatakan jauh dari kata mendidik? Sebab, perpeloncoan cenderung mempermalukan dan membodohkan peserta didik. Contohnya, peserta disuruh mengenakan pakaian konyol dan memalukan, seperti halnya mengenakan pakaian dengan bahan karung, mengenakan tas punggung dari tong sampah, mengenakan asesoris yang dianggap orang lain sebagai hal yang konyol, dan masih banyak lagi. Para senior juga sering bertindak sewenang-wenang untuk kesenangannya sendiri seperti membully semaunya sendiri kadang sampai bertindak kekerasan.

Lambat laun kasus perploncoan siswa didik baru sampai ke telinga masyarakat, dan bahkan sampai dilaporkan kepada  pihak yang berwajib. Dengan tegas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  mengeluarkan Permendikbud Nomor 18 Tahun 2016 yang melarang seluruh jenis perpeloncoan. Peraturan tersebut menjelaskan bahwa sekolah tidak diperbolehkan memasukkan unsur kekerasan dan penggunaan atribut tidak mendidik bagi para siswa baru. Setelah dikeluarkannya Permendikbud diharapkan tidak ada lagi sekolah yang masih melakukan perpeloncongan dalam masa orientasi. Dan pemerintah telah menetapkan MPLS hanya mengenalkan lingkungan sekolah, kegiatan sekolah, dan semua yang berhubungan dengan sekolah. Seperti yang dilaksanakan oleh Madrasah Aliyah (MA) NU 01 Banyuputih.

MA NU 01 Banyuputih melaksanakan MPLS pada 13, 14, dan 16 Juli 2018 lalu oleh semua pengurus OSIS. Kegiatan dibuka dengan apel dan pemotongan balon oleh H Ali Sodiqin MpdI, selaku Kepala Madrasah, pertanda MPLS resmi dimulai. Madrasah Aliyah yang memiliki jargon Madrasah Hebat ini menawarkan solusi MPLS antiperpeloncohan dengan menghadirkan narasumber dari Polres Batang dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang.

Dalam acara tersebut Polres Batang memberikan materi tentang safety ridding, mengingat masih banyak pengendara khususnya pelajar yang tidak peduli akan keselamatan berkendara. Safety ridding adalah kegiatan aman dan nyaman saat berkendara untuk pengendara dan pengguna jalan lain. Jadi, seorang pengendara harus memperhatikan keamanan diri sendiri saat berkendara dan juga kenyamanan pengguna jalan lain. Kebanyakan kecelakaan di jalan juga disebabkan oleh pengendara yang masih di bawah umur,  karena minimnya pengetahuan tentang safety ridding.

Namun yang tidak boleh ketinggalan dan diingat bahwa masa remaja adalah masa transisi, di mana pada masa-masa seperti ini sering terjadi ketidakstabilan, baik emosi maupun kejiwaan. Pada masa transisi ini juga remaja sedang mencari jati diri sebagai seorang remaja. Sering kali dalam pencarian jati diri ini remaja cenderung salah dalam bergaul, sehingga banyak melakukan hal yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku di masyarakat. Seperti perkelahian dan minum-minuman keras, pencurian, perampokan, perusakan, seks bebas bahkan narkoba. Perilaku ini sering disebut sebagai kenakalan remaja. Oleh karena itu, kegiatan ini menggandeng BNN Kabupaten Batang memberikan sosialisasi terkait darurat narkotika. Pasalnya, peredaran narkoba sudah menyasar hingga wilayah desa dan kalangan pelajar bahkan baru-baru ini tersiar kabar obat batuk cair yang terindikasi digunakan secara berlebihan dan disalahgunakan. Di Kabupaten Batang sendiri penghuni rutan di dominasi narapidana dan tahanan kasus narkoba. Hal ini menjadi keprihatinan semua pihak, khususnya di kalangan pelajar.

Darurat narkoba dapat dihindari melalui tips berikut: jangan pernah untuk mencoba-coba menggunakan narkotika, kecuali atas dasar pertimbangan medis atau dokter, mengetahui akan berbagai macam dampak narkoba, memilih pergaulan yang baik dan jauhi pergaulan yang bisa mengantarkan kita pada penyalahgunaan narkotika, memiliki kegiatan-kegiatan positif, berolahraga ataupun mengikuti kegiatan organisasi yang berpengerug positif baik kepada kita. Selalu ingatkan bahwasanya ancaman hukuman untuk penyalahgunaan narkoba, gunakan waktu dan tempat yang aman, jangan keluyuran malam-malan. Bersantailah dengan keluarga, bila mempunyai masalah maka cari jalan keluar yang baik dan jangan jadikan narkoba sebagai jalan pelarian.

Solusi menghadirkan narasumber tersebut sebagai bentuk kepedulian panitia pelaksana dan pihak sekolah memperhatikan keamanan dan ketertiban peserta didik dalam berkendara serta penyadaran akan darurat narkotika bagi generasi milenial. Hal ini juga mendapat apresiasi oleh peserta didik. Seluruh peserta didik tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir. Harapannya generasi muda mendatang terhindar dari kekerasan, narkoba, dan terjaga kearifannya. Semoga. (kpig1/aro)

Siswi MA NU 01 Banyuputih Batang