Rumah Duta Revolusi Kurang Dikenal Publik

115
BERDIRI KOKOH: Kantor Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Kota Semarang,di Jl Simongan Raya no 49,Semarang Barat,yang kurang dikenal masyarakat. (SULIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Keberadaan Rumah Duta Revolusi Mental (RDRM) Kota Semarang, yang berlokasi di Jl Simongan Raya no 49, Semarang Barat, belum banyak diketahui warga Semarang.

Padahal, RDRM yang dilaunching Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pada 15 September 2017 itu memiliki manfaat yang cukup besar. Khususnya dalam mendampingi anak dan perempuan di kota ini.

Sejumlah warga yang ditemui Radar Semarang rata-rata mengaku kurang mengetahui keberadaan RDRM tersebut. “Loh ada to, saya malah gak tahu kalau ada lembaga yang membantu perempuan dan anak yang ada masalah seperti itu,” ucap Aryuni, warga Lemah Gempal.

Ketidaktahuan akan keberadaan RDRM juga dilontarkan Bramoko, warga Sampangan. “Saya malah baru dengar mas kalau ada rumah revolusi mental punya Pemkot,” kata pria berusia 35 tahun yang bekerja sebagai pegawai swasta ini.

Komentar senada juga dilontarkan warga lain, yang kurang paham dengan keberadaan RDRM yang berada di bawah kendali Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pemkot Semarang itu.

“Kalau gak salah kan revolusi mental yang mencetuskan Pak Jokowi, terus itu tugasnya apa mas?” ucap Prayuda warga Tembalang balik bertanya.

Sementara itu, Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Pemkot Semarang, Budi Satmoko Aji menampik RDRM kurang dikenal masyarakat kota Semarang.

Meski, mengaku kurang mengetahui secara persis data yang masuk, dia mengatakan warga yang memanfaatkan keberadaan RDRM mengalami peningkatan.

“Enggak juga, banyak warga yang tahu kok dan sambutannya cukup positip. Buktinya pengaduan maupun konseling yang masuk baik offlinemaupun online menunjukkan progress peningkatan. Datanya ada di koordinator,” ungkap Budi Satmoko Aji kepada Jawa Pos Radar Semarang,Kamis (2/8/2018).

Dia menambahkan masyarakat bisa mengakses pelayanan yang diberikan RDRM. Mulai dari konsultasi bagi anak yang berhadapan dengan hukum, konsultasi keluarga, masalah anak dan remaja. Kemudian tes psikologi untuk anak dan remaja serta psikologi dan trauma healing.

“Semua jenis pelayanan itu bisa dimanfaatkan tanpa biaya sepeserpun dan kami juga aktif melakukan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak,” tandas Budi Satmoko Aji.

Rumah Duta Revolusi Mental merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang gerakan nasional revolusi mental. RDRM merupakan salah satu strategi Pemkot Semarang dalam mewujudkan smart city, resilient city, health city serta kota yang layak anak. (ae1/lis)