Pendapatan UPUBKB Diprediksi Meningkat

382
PERIKSA : Pemeriksaan uji berkala di Dishub Batang, adanya pelimpahan dari daerah lain membuat keterbatasn tenaga dan material. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
PERIKSA : Pemeriksaan uji berkala di Dishub Batang, adanya pelimpahan dari daerah lain membuat keterbatasn tenaga dan material. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Unit Pelaksanaan Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) Dinas Perhubungan Kabupaten Batang akan mengalami kenaikan pendapatan retribusi yang cukup signifikan. Hal tersebut setelah mendapat sertifikat akreditasi B dari Kementerian Perhubungan.

“Dari dampak tersebut kabupaten/kota yang belum menerima akreditasi B tidak boleh melakukan pengujian. Untuk itu, mulai 1 Agustus kami menerima pelimpahan uji berkala kendaraan bermotor, dan pasti akan mengalami kenaikan retribusi dari uji kelaikan,” terang Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Batang Murdiono saat di temui di kantornya, Rabu (1/8).

Diungkapkan Murdiono, hanya 41 daerah yang menerima akreditasi B tersebut dari 450 daerah se Indonesia. Sedangkan untuk Jawa Tengah hanya 8 kabupetan/kota, sedangkan untuk karesidenan Pekalongan hanya tiga yaitu Batang, Pemalang dan Kota Tegal.

Namun demikian, membuat Dishub Batang mengalami kendala dalam penerimaan pelimpahan. Karena buku uji, plat uji, stiker dan SDM pengujianya pun sangat terbatas, sehingga ditakutkan akan mengalami kehabisan dan kekurangan tenaga.

“Dalam setiap harinya kita mampu menerima uji kendaraan sampai 40 kendaraan, dengan pelimpahan ini akan mengalami kenaikan hingga sampai 100 kendaraan,” ungkap Murdiono.

Selanjutnya, bagi masyarakat daerah lain yang ingin melakukan uji berkala kendaraan bermontor harus menyertakan surat rekomendasi dari Dishub setempat dahulu, hal ini agar kendaraan tersebut tercatat di Dishub setempat.

Sekertaris Dishub Hanung Pajanto, menambahkan, Kabupaten Batang menerima akreditasi B dinilai oleh Kementrian Perhubungan karena memiliki peralatan dan SDM yang lengkap dan cakap, antara pengujian kendaraan  dan peralatan terkaligrasi.

“Ini semua karena ada keberpihakan besar Bupati Batang Wihaji yang selalu komitemen untuk kelaikan kendaraan,” tandas Hanung. (han/zal)