RADARSEMARANG.COM – PELAJARAN matematika sering menjadi momok yang menakutkan bagi peserta didik, baik dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah. Banyak siswa yang membolos saat pelajaran matematika membuat pelajaran yang satu ini terlihat sulit untuk peserta didik.DiCsekolah banyak masalah yang dihadapi oleh peserta didik terkait dengan proses belajar matematika, mulai buku yang kurang memadai, sarana prasarana yang kurang mendukung, guru yang membosankan dan yang paling sering adalah model pembelajaran yang monoton.

Tersampaikannya materi pelajaran dari guru ke siswa sehingga memperoleh hasil yang baik, tentunya menjadi tujuan pembelajaran setiap guru di manapun. Hal  yang dapat diterapkan dalam upaya melakukan pembelajaran matematika yang menyenangkan salah satunya dalam pemilihan metode pembelajaran yang tepat.

Model pembelajaran konstruktivis dapat dijadikan salah satu model pembelajaran yang menyenangkan, karena kemampuan siswa dapat tereksplor saat memahami suatu materi. Di model pembelajaran ini, siswa diharuskan mencari sendiri dan membangun serta menarik kesimpulan dari materi yang dipelajari, meski tetap tidak lepas dari pengawasan dan bimbingan guru. Soal-soal yang diberikan pada model pembelajaran ini juga mendorong anak untuk melakukan kerjasama dengan teman yang lain. Misalnya dalam pembelajaran dengan materi bangun ruang, peserta didik diminta untuk mencari rumus luas dan volume sendiri dengan melihat bangun yang sudah dibuat .

Pembelajaran dengan model ini, merupakan pembelajaran yang menerangkan bagaimana pengetahuan disusun dalam pemikiran siswa. Pengetahuan dikembangkan secara aktif oleh siswa, dan tidak diterima secara pasif oleh siswa di sekitarnya.Hal ini bermakna bahwa pembelajaran merupakan hasil dari usaha siswa itu sendiri, dan bukan hanya transfer dari guru, karena pada model pembelajaran ini seorang guru tidak mengajarkan kepada siswanya bagaimana menyelesaikan persoalan, namun mempresentasikan masalah dan mendorong siswa untuk menemukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan permasalahan.

Pembelajarn matematika dengan model konstruktivis mengharapkan setiap siswa harus mengkonstruksi atau membangun pengetahuannya sendiri dan mempunyai cara sendiri untuk mengerti serta mengetahui kekhasan dalam dirinya, termasuk keunggulan dan kelemahannya dalam memahami sesuatu.Ini berarti siswa aktif berpikir, merumuskan konsep, dan mengambil kesimpulannya.

Pemberian tugas di rumah dengan pendekatan konstruktivis diharapkan dapat memberikan suatu motivasi kepada siswa utntuk memahami suatu konsep  secara utuh melalui pengerjaan tugas dengan kondisi dan situasi yang tidak hanya terpaku pada ruang kelas dan keterbatasan waktu dalam proses belajar.

Pembelajaran matematika menggunakan model konstruktivis dalam pembelajaran, guru tidak hanya semata-mata memberikan pengetahuan kepada siswa.Siswa harus membangun sendiri pengetahuan dalam benaknya.Guru hanya membantu agar informasi menjadi lebih bermakna dan relevan bagi siswa dengan menunujukan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan strategi-strategi yang dimilikinya untuk belajar.Siswa dapat berusaha memahami suatu masalah beserta pemecahannya berdasarkan kecepatan dan kemampuananya sendiri. (kpig1/aro)

Guru MTs Al Islam Limpung Batang