Peer Lesson Tingkatkan Pemahaman Isi Kandungan Quran Hadist

71
Oleh: Abdul Manaf SAg
Oleh: Abdul Manaf SAg

RADARSEMARANG.COM – TEKS Alquran dan Hadits dalam menyampaikan pokok-pokok isinya memiliki cara dan strategi tersendiri, sehingga mampu diterima oleh semua kalangan dengan berbagai tingkat daya nalar pembacanya. Tetapi, banyak siswa yang kurang mampu dalam memahami isi kandungan Alquran dan Hadits tersebut, sehingga bisa menyebabkan kesalahan persepsi tentang maksud isi kandungan yang sebenarnya dan pada akhirnya akan salah  menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kesalahan atau ketidaktepatan dalam menentukan strategi pembelajaran dalam materi isi kandungan Alquran dan Hadits sering  menyulitkan siswa dalam memahaminya, bahkan bisa menimbulkan kesalahan persepsi yang pada akhirnya tujuan dari pembelajaran tersebut tidak tercapai. Karenanya, strategi pembelajaran dalam konteks kognitif atau aspek pemahaman sangat penting ditekankan untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut.

Strategi yang tepat sangat diperlukan pembelajaran agar siswa mendapatkan  kemudahan dalam memahami materi isi kandungan Alquran dan Hadits. Sebab, pemahaman siswa terhadap materi pelajaran merupakan kunci sukses dalam menguasai pelajaran secara utuh dan baik. Strategi Peer Lessons (belajar dari teman) merupakan salah satu strategi yang dapat menjawab permasalahan tersebut di atas karena strategi Peer Lessons merupakan sebuah strategi alternatif dalam pembelajaran yang aktif, efektif, dan menarik yang mencakup prestasi akademik, peningkatan kepercayaan diri dan motivasi belajar serta interaksi antar siswa.

Sedangkan Peer Lessons adalah suatu strategi pembelajaran yang merupakan bagian dari active learning (pembelajaran aktif). Secara singkat menurut Melvin L. Silberman, strategi Peer Lessons merupakan strategi untuk mendukung pengajaran sesama siswa di dalam kelas. Strategi ini menempatkan seluruh tanggung jawab pengajaran kepada seluruh anggota kelas.

Dalam Peer Lessons ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dan masing-masing anggota kelompok mempunyai tanggung jawab untuk menjelaskan materi kepada kelompok lain sesuai subtopik materi yang mereka dapat dan dalam penyampaian materi hendaknya tidak menggunakan metode ceramah saja atau seperti membaca laporan, namun dapat menggunakan metode atau strategi pembelajaran lain, yang sekiranya cocok dengan materi yang mereka presentasikan kepada teman mereka.

Sebelum melakukan presentasi, siswa diberi waktu yang cukup baik di dalam maupun di luar kelas. Guru dapat memberi beberapa saran kepada siswanya, seperti menggunakan alat bantu visual, menyiapkan media pengajaran yang diperlukan atau menggunakan contoh-contoh yang relevan. Setelah semua kelompok melaksanakan tugasnya, guru memberikan kesimpulan dan klarifikasi sekiranya ada yang perlu diluruskan dari pemahaman siswa.

Strategi Peer Lessons memiliki manfaat di antaranya: pertama, siswa diajak belajar secara aktif baik di dalam maupun di luar kelas. Mereka diberi kesempatan untuk memilih strategi apa yang mereka inginkan dan mereka juga mempunyai tanggung jawab menguasai pelajaran untuk dipresentasikan atau diajarkan kepada temannya. Ketika peserta didik belajar dengan aktif, berarti mereka  mendominasi aktivitas pembelajaran. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak, baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam persoalan yang ada dalam kehidupan nyata.

Kedua, dengan strategi Peer Lessons peserta didik dapat belajar secara aktif, di dalam dan di luar kelas dan mereka mempunyai tanggung jawab untuk mendiskusikan dan mengajarkan materi pelajaran kepada teman yang lain, sehingga mendorong mereka untuk lebih giat belajar baik secara mandiri maupun kelompok. Dengan demikian, hasil belajar akan lebih maksimal. Penelitian menunjukkan bahwa memberi pertanyaan kepada peserta didik atau menyuruh mereka untuk mendiskusikan materi yang baru saja diberikan mampu meningkatkan nilai evaluasi dengan kenaikan yang signifikan.

Ketiga, tidak mudah melupakan materi pelajaran, ketika peserta didik pasif atau hanya menerima dari guru, ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Dan dalam strategi Peer Lessons ini siswa diajak serta untuk aktif dalam proses pembelajaran baik di dalam maupun di luar kelas. Dengan demikian akan membuahkan hasil belajar yang langgeng.

Keempat, proses pembelajaran yang menyenangkan, strategi Peer Lessons merupakan strategi pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif. Dengan belajar aktif ini peserta  didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya peserta didik akan merasakan suasana menyenangkan.

Kelima, otak dapat memproses informasi dengan baik, Otak tidak akan dapat memproses informasi yang masuk kalau otak itu tidak dalam kondisi on, maka otak memerlukan sesuatu yang dapat dipakai untuk menghubungkan antara informasi yang baru diajarkan dengan informasi yang telah dimiliki. Jika belajar itu pasif, otak tidak akan dapat menghubungkan antara informasi yang baru dengan informasi yang lama. Selanjutnya otak perlu beberapa langkah untuk dapat menyimpan informasi. Langkah-langkah itu bisa berupa pengulangan informasi, mempertanyakan informasi atau mengajarkannya kepada orang.

Dengan strategi tersebut, tingkat pemahaman isi kadungan quran hadist dapat ditingkatakan, sehingga tercapailah tujuan pembelajaran. Harapannya, selain nilai dapat ditingkatkan, juga tingkat kebermanfaatan mata pelajaran ini di masyarakat dapat diterapkan.(kpig2/aro)

Guru Al quran Hadist MA NU 01 Limpung, Batang