LTV Dorong Pertumbuhan

714

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Kebijakan relaksasi LTV (Loan to Value) diharapkan dapat mendorong pertumbuhan sektor properti dari sisi pembiayaan. Namun demikian, masih diperlukan kerjasama berbagai pihak untuk sisi non pembiayaan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indoensia (BI) Provinsi Jateng, Noor Yudanto mengatakan bahwa relaksasi LTV secara umum ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dengan melonggarkan syarat pembiayaan di sektor perumahan.

“Sektor perumahan bagian dari konsumsi rumah tangga. Porsi di PDB (Produk Domestik Bruto) sekitar 55 persen. Dari 55 persen, sekitar 15 sampai 17 persen untuk belanja perumahan. Kalau 15 persen tadi bergerak, akan menggerakkan yang 55 persen, akhirnya mengerakkan yang 100 persen. Bergerak 1 persen pun sudah cukup besar,” ujarnya.

Oleh karena itu, ujarnya, BI sebagai regulator pembiayaan telah memberikan kelonggaran untuk memudahkan pembiayaan baik dari sisi konsumen untuk kredit maupun bagi perbankan. Karena perbankan juga diberikan kelonggaran kredit setelah dilihat persentase NPL (kredit macet).

“Diharapkan di pasar primer atau rumah-rumah baru bisa terjual, begitu juga di pasar sekunder, bangunan yang sudah ada bisa dijual lagi atau disewakan kembali. Karena kredit sudah diringankan,” ujarnya.

Namun demikian, diakuinya, pertumbuhan sektor perumahan juga tak semata didorong oleh satu faktor pembiayaan. Masih terdapat faktor-faktor lain di luar pembiayaan, di antaranya masalah lahan, harga tanah dan lain-lain. “Untuk pilar non pembiayaan ini, memang perlu koordinasi lebih dengan berbagai pihak terkait,” ujarnya. (dna/ida)