Koperti dapat Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

214
Oleh : Titik Herawati, S.Pd., M.Si
Oleh : Titik Herawati, S.Pd., M.Si

RADARSEMARANG.COM – Pembelajaran Bahasa Indonesia diarahkan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulis, serta menumbuhkan apresiasi terhadap hasil karya kesastraan. Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi (a) aspek mendengarkan, (b) aspek berbicara, (c) aspek membaca, (d) aspek menulis.

Oleh karena itu guru harus kreatif dalam menggunakan metode dan media yang menarik dan bervariasi bagi siswa, sehingga akan mudah dipahami siswa dalam mempelajari materi pembelajaran yang akan dicapai.

Dalam proses pembelajaran guru masih banyak mendominasi atau menjadi pusat perhatian (teacher centered). Pembelajaran berpusat pada guru dilakukan dengan metode ceramah, di mana kegiatan yang dilakukan peserta didik hanya mendengar, tidak ada kemauan untuk berpikir sendiri, mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru dan mencatat, peserta didik jarang bertanya atau mengemukakan pendapat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan inovasi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang menarik yaitu pembelajaran Koperti.

Koperti akronim dari pembelajaran Kooperatif Permainan berbasis Teknologi Informasi. Koperti adalah pembelajaran dengan menggunakan metode kooperatif, permainan menggunakan media pembungkus permen sebagai media pembelajaran dan berbasis TI.

Pembelajaran kooperatif adalah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kelompok kecil siswa untuk kerja sama dalam memaksimalkan kondisi belajar untuk mencapai tujuan belajar. Yaitu menciptakan sebuah situasi setiap anggota kelompok dapat meraih tujuan pribadi mereka jika kelompok mereka bisa sukses. Anggota kelompok harus membantu teman satu tim agar kelompok mereka berhasil dan dapat menciptakan interaksi yang asah, asih, dan asuh. Jadi siswa tidak hanya belajar dari guru, tetapi juga dari sesama siswa.

Permainan adalah bentuk aktivitas yang menyenangkan. Dengan media pembungkus permen, dalam hal ini adalah permen Kis, yang terdapat tulisan unik ini dapat dijadikan sebagai kata kunci dalam merangkai kalimat untuk mencapai kompetensi dasar menulis cerita pendek. Dengan menggunakan permainan, pembelajaran menjadi menyenangkan dan penuh keceriaan sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar.

Metode pembelajaran pada saat ini banyak dikembangkan adalah metode pembelajaran berbasis Teknologi Informasi. Hal ini terjadi karena sejalan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan dalam dunia pendidikan agar pembelajaran semakin maju, lebih efisien dan efektif. Hal ini lebih menarik daripada hanya sekadar belajar mendengarkan penjelasan guru.

Penggunaan media pembelajaran berbasis TI sangat membantu siswa untuk memahami materi. Beragam media pembelajaran berbasis TI yang digunakan yaitu presentasi power point, media edmodo, facebook.

Hasil yang dicapai dengan menggunakan model pembelajaran Koperti adalah rata-rata nilai ulangan harian mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diperoleh mengalami peningkatan. Prestasi membanggakan yang diperoleh siswa adalah pencapaian nilai 100 ujian nasional untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran Koperti dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SMK Negeri 2 Temanggung.

Guru SMK Negeri 2 Temanggung