Kampung KB untuk Cegah Pernikahan Dini

204
KAMPUNG KB: Plt Kepala Dinpermades P2KB AN Wahyudi mencanangkan kampung KB di Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KAMPUNG KB: Plt Kepala Dinpermades P2KB AN Wahyudi mencanangkan kampung KB di Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Pemkab Demak terus berupaya untuk mengendalikan jumlah penduduk. Diantaranya, melalui pencanangan kampung keluarga berencana (KB) di desa-desa yang memenuhi kriteria sebagai kampung KB.

Setidaknya, 14 organisasi perangkat daerah (OPD) dilibatkan langsung dalam kampung KB tersebut. Kabid Pengendalian Penduduk, Penyuluhan dan Penggerakan Dinpermades P2KB, Sukardjo SKM, MKes mengatakan, kampung KB menjadi prioritas program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, utamanya untuk mengendalikan penduduk dan ketahanan keluarga.

Dalam pengendalian penduduk, target yang disasar adalah bagaimana jangan sampai ada usia menikah dibawah 20 tahun. Karenanya, data anak sekolah harus ada.  Menurutnya, kampung KB mempunyai kriteria, daerah miskin, daerah pinggiran dan pesisir pantai.

Selain itu, kepesertaan KB masih rendah. “Karena itu, kampung KB dimulai dari wilayah pinggiran,” ujarnya.

Diantara desa yang ditunjuk sebagai kampung KB yaitu Desa Kedungkarang, Kecamatan Wedung. Dia menambahkan, desa yang menjadi kampung KB bukan desa yang seolah olah bagus, tapi memang desa yang paling terbelakang. (hib/bas)