Gagal Masuk Tim OSN Jateng, Kalahkan Peserta dari 15 Negara

Khansa Wirandra, Peraih Medali Perak Ajang International Mathematics Competition 2018 di Singapura

171
BERPRESTASI: Khansa Wirandra bersama Kepala SMPN 1 Magelang, Nur Wiyono, menunjukkan medali perak dan piagam International Mathematics Competition (IMC) 2018. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)
BERPRESTASI: Khansa Wirandra bersama Kepala SMPN 1 Magelang, Nur Wiyono, menunjukkan medali perak dan piagam International Mathematics Competition (IMC) 2018. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.COM – Menyerah dan bersedih, sepertinya tidak ada dalam kamus Khansa Wirandra, 14, siswa kelas IXC SMP Negeri 1 Magelang. Gagal masuk dalam tim Olimpiade Sains Nasional (OSN) Jawa Tengah 2018, Khansa justru berhasil mengharumkan nama bangsa di kancah internasional dengan meraih medali perak dalam International Mathematics Competition (IMC) 2018 di Singapura Juli lalu. Seperti apa?

AGUS HADIANTO, Magelang

SOSOK cerdas sudah terlihat jelas dari tatapan tajam anak imut kelahiran Magelang, 19 April 2004 ini. Anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Dwi Agus Indratno dan Endang Kusumastuti ini mengaku, menyukai dunia matematika baru sejak kelas 3 di SD Negeri Kemirirejo 3 Magelang. Bahkan, awal mengenyam pendidikan di SD, Khansa tidak menyukai matematika. Namun, kedua orangtuanya terus mendorong dan membimbing, maka ia pun lama-kelamaan menyukai matematika. “Kelas 5 SD saya sudah ikut OSN tingkat SD. Cukup sering juga ikut lomba mata pelajaran matematika dan tidak jarang mendapat juara,” katanya kepada Jawa Pos Radar Kedu.

Khansa mengaku, tak menyangka dapat meraih hasil membanggakan di kancah internasional. Terlebih, mampu mengalahkan ratusan peserta lain dari 15 negara yang mengikuti International Mathematics Competition (IMC) 2018 di Singapura. Khansa menceritakan, selama empat hari di akhir bulan Juli lalu, ia bertarung di Singapura. Dikatakannya, ada 17 soal, terdiri atas pilihan ganda, isian singkat, dan uraian yang harus dipecahkannya.  “Saya bisa menjawab 12 soal. Di akhir, passing grade saya di nomor dua teratas dan meraih perak. Untuk grand champion diraih pelajar dari Indonesia juga, satu tim,,” tuturnya.

Khansa mengaku bahwa prestasi ini mengobati kekecewaannya, karena tidak masuk dalam tim OSN Jawa Tengah, karena kalah selisih nilai sedikit dari rekannya. “Senang banget bisa meraih perak. Sebelumnya, saya hanya meraih perunggu di lomba matematika tingkat internasional juga di Jakarta dengan penyelenggara yang berbeda,” ujarnya.

Cowok yang bercita-cita menjadi astronom tersebut mengaku akan konsen mengikuti pelajaran, dan akan istirahat sementara dari berbagai lomba mata pelajaran. Masa istirahat ini, menurut Khansa, sengaja untuk lebih fokus persiapan ujian nasional dengan belajar dan les privat. Namun, Khansa mengaku, satu kegiatan kesenangannya yang belum akan berhenti untuk mengikuti kompetisi lain, yaitu olahraga wushu. Khansa mengaku dirinya terakhir membawa pulang tiga medali (satu emas dan dua perunggu) dalam kompetisi wushu tingkat nasional di Surabaya, 3-6 Juli 2018 lalu.  “Sekarang saya siap-siap ikut kompetisi wushu internasional, bulan Desember nanti. Targetnya juara,” harapnya.

Kepala SMP Negeri 1 Magelang, Nur Wiyono MPd, mengaku, prestasi yang diraih Khansa sangat membanggakan.

Dikatakan, Khansa tidak masuk tim OSN Jawa Tengah, tetapi justru bisa berprestasi lebih di tingkat internasional. “Di sekolah, kami memang mengembangkan dan mendukung penuh peningkatan prestasi anak-anak baik akademik maupun nonakademik. Siswa yang ingin berangkat lomba, kami beri kebebasan dengan tetap taat pada aturan,” katanya. (*/aro)