Bunuh Istri Setalah Hubungan Intim

359
GELAR PERKARA : Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, menggelar kasus dugaan pembunuhan yang dipicu rasa cemburu. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
GELAR PERKARA : Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, menggelar kasus dugaan pembunuhan yang dipicu rasa cemburu. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Misteri meninggalnya Wahyu Nuriski Anisa, 24, warga Desa Sumub Kidul, Kecamatan Sragi, sebulan lalu yang diduga dibunuh oleh suaminya sendiri, Haryanto, 29, akhirnya terkuak. Setelah Sat Reskrim Polres Pekalongan menangkap pelaku dari persembunyiannya.

Dalam gelar perkara yang digelar Polres Pekalongan, Rabu (01/08) kemarin, pelaku mengaku tidak ada niatan untuk membunuh istrinya sendiri. Bahkan sebelum korban dicekik, pasangan suami-istri yang sudah dikaruniai seorang anak berusia lima tahun ini, sempat berhubungan badan sebanyak dua kali.

“Setelah berhubungan sekitar pukul 23.00 dan 02.00 WIB, saya buka HP istri saya, dan saya lihat di HP itu masih ada foto cowok lain. Saya tanya ke dia (korban) kok masih nyimpen foto cowok itu, namun istri saya marah dan bertengkar,” ungkap tersangka, saat gelar perkara di Mapolres Pekalongan.

Bahkan, tersangka mengaku istrinya sempat mengambil gunting dan mengancam akan melukai anaknya yang tengah tidur. Karena khawatir, tersangka merebut gunting yang dipegang istrinya.

“Saya spontan mencekik dan membekap leher istri saya. Setelah itu, anak saya bangun dan minta pindah tidur di rumah simbahnya, kemudian saya tidur di rumah orang tua saya,” kata tersangka.

Tersangka tidak mengetahui apakah istrinya itu sudah meninggal atau belum. Karena saat itu ia langsung  pergi ke rumah orang tuanya, sesuai permintaan anaknya.

Baru pada pagi harinya, sekitar pukul 05.30 WIB, tersangka pulang ke rumah dan mendapati kondisi istrinya sudah meninggal dunia, dan langsung dimakamkan siang harinya, di pemakaman Desa Sumub Kidul, Sragi.

“Saya menyesal dan tidak ada niatan untuk membunuhnya. Untuk persoalan cowok lain, saya sudah tahu lama dan sudah pernah bilang ke dia agar dia jadi orang bener. Saya emosi saat dia mengancam akan melukai anak,” kata tersangka yang sudah menikahi korban sejak tahun 2012.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Agung Ariyanto, menegaskan dugaan pembunuhan itu dipicu rasa cemburu pelaku, yang menilai korban berselingkuh dengan laki-laki lain.Tersangka dijerat Pasal 368 subsider 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun dan 7 tahun.

“Aksinya spontan, tidak direncanakan. Dipicu cemburu dan sakit hati karena korban diduga selingkuh,” tegas Kasat Reskrim. (thd/zal)